Catalog :




Detail Article

The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health

ISSN 2301-8046

Vol. 3 / No. 2 / Published : 2014-12

TOC : 7, and page :182 - 191

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Analisis faktor karakteristik individu yang berhubungan dengan tindakan tidak aman pada tenaga kerja di perusahaan konstruksi baja

Author :

  1. Okky Risma Pratiwi*1
  2. Sho’im Hidayat *2
  1. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
  2. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract :

ABSTRACT About 88% of occupational accidents are caused unsafe act of workers. Unsafe act is an act of a person that does not comply with the rules and may cause hazards and accidents and may result in losses for them selves and others. The purpose of this research was to analyze factors associated with unsafe act. This research was a descriptive research with cross-sectional design. Respondents included in the research was entire population, as many as 74 individuals. The variables studied were the characteristics of worker, that included: age, tenure, exhaustion, and knowledge. Analysis of data in this research showed that by the total of 74 respondents, 13 respondents (17,6%) practiced safe act, most of them were 26 respondents (35,1%) who practiced unsafe act that fell into low category. Then the other 24 respondens (32,4%) practiced unsafe act in medium category, and another 11 respondents (14,9%) practiced unsafe act in high category. The relationship between unsafe act knowledge, exhaustion wa medium and the relationship between unsafe act with age and tenure wa low. Occupational Health and Safety related training is also necessary to improve the knowledge of workers regarding to workplace hazards and risks. Improvements in incompatible designs for equipments are necessary to improve workers comfort and lower exhaustion which can lead to unsafe act. Keyword: unsafe act, individual characteristics age, tenure, exhaustion, knowledge

Keyword :

unsafe act, individual characteristics age, tenure, exhaustion, knowledge,


References :

  1. Bird Jr., E. Frank and Germain L. Goerge, (1990). Practical Loss Control Leadership. Georgia : Loganville
  2. Danim, (2003). Riset Keperawatan: sejarah dan Metodologi. Jakarta : EGC
  3. Geller, E Scoot, (2001). The Pshychology of Safety Handbook. Florida : Lewis Publisher
  4. Halimah, S, (2010). . Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Aman di PT. SIM PLANT Tambun II tahun 2010. Jakarta : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  5. Heinrich, HW, (1959). Industrial Prevention: A Safety management Approach. . New york : McGraw-Hill Inc
  6. Heinrich, H.W, (1980). Industrial Prevention: A Safety management Approach.. New york : McGraw-Hill Inc
  7. Helliyanti, P, (2009). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman di departemen Utility dan Operation, PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk Divisi Bogasari Flour Mills, Tahun 2009. Depok : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
  8. Jamsostek, (2013). Annual report 2013: Memperkokoh Landasan BPJS Ketenagakerjaan. Jakarta : Jamsostek
  9. Kavinian, HR. & Wentz, C.A. Jr, (1990). Occupational and Environmental Safety Engineering and Management. New york : Van Nostrand Reinhold
  10. Lawton, Rebbeca & Parker, Dianne, (1998). Individual Differences in Accident Liability: A Review and Integrative Approach. Vol. 40. No. 4 655-671 : The Journal of Human Factors and Ergonomics Society
  11. Listyandini, R, (2013). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman pada Pekerja Kontraktor di PT. X. Surabaya : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
  12. Menakertrans RI, (2010). Indonesia Kekurangan Dokter Penasehat Kecelakaan Kerja. Jakarta : Menakertrans RI
  13. Murthi, Albert R., dan Yuri W., (2009). Evaluasi Tindakan tidak aman Pekerja pada Suatu Proyek. Surabaya : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Kristen Petra
  14. Notoatmodjo, S, (2012). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
  15. Pratiwi, A.D, (2012). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Tidak Aman (Tindakan tidak aman) pada Pekerja di PT. X Tahun 2011. Depok : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
  16. Ramli, S, (2013). Smart Safety Panduan Penerapan SMK3 yang Efektif. Jakarta : Dian Rakyat
  17. Sanders, Mark S. & McCormick, Ernest J, (1993). Human Factors in Engineering and Desain. New York : McGraw-Hill, Inc
  18. Silalahi, Bennet, (1995). Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : PT. Pustaka Binaman Pressindo
  19. Setyawati, L, (2010). Selintas Tentang Kecelakaan Kerja. Yogyakarta : Amara Books
  20. Sulaksmono, M, (1997). Manajemen Keselamatan Kerja. Surabaya : Pustaka
  21. Suma’mur, (1996). Ergonomi untuk Produktivitas Kerja. Jakarta : Haji Masagung
  22. Suma’mur, (2009). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : Sagung Seto
  23. Tarwaka, dkk, (2004). Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta : Uniba Press
  24. Winarsunu, T, (2008). Psikologi Keselamatan Kerja. Malang : UMM Press


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 2 / Pub. : 2014-12
  1. Hubungan pemenuhan kebutuhan kalori kerja dengan produktivitas di pabrik sepatu
  2. Risk assessment kecelakaan kerja pada unit windin pt. kusumaputra santosa, karanganyar, jawa tengah
  3. Analisis hubungan faktor pekerjaan dengan stres kerja bidan di rumah sakit syamrabu bangkalan
  4. Risk assessment pada pekerjaan di bagian press cutting pt. x
  5. Analisis tingkat risiko muskuloskeletal disorders (msds) dengan the rapid upper limbs assessment (rula) dan karakteristik individu terhadap keluhan msds
  6. Risk assessment pada pekerja maintenance di pt x
  7. Analisis faktor karakteristik individu yang berhubungan dengan tindakan tidak aman pada tenaga kerja di perusahaan konstruksi baja
  8. Penerapan csms (contractor safety management system) sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja
  9. Kelengkapan pemenuhan syarat operator ketel uap dengan upaya pengoperasian dan pemeliharaan di pt pupuk kaltim (studi pada operator di industri kimia)
  10. Fault tree analysis (fta) pada bagian electric arc furnace di pt. x