Catalog :




Detail Article

The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health

ISSN 2301-8046

Vol. 3 / No. 1 / Published : 2014-01

TOC : 4, and page :35 - 45

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Hubungan antara stresor kerja dengan insomnia pada pekerja bergilir bagian central processing area di job p-pej tuban

Author :

  1. Finanta Gaffar Rifa’i*1
  2. Tri Martiana*2
  1. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
  2. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract :

ABSTRACT  Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) is one of the Cooperation Contract in the oil and gas exploration of the region of East Java Soko District of Tuban. In the Central Processing Area (CPA), JOB P-PEJ shift system imposes on its workers. Job rotation or shift has the potential for the occurrence of stress and other health disorders. The purpose of this research analyzed the relationship between job stressors with insomnia in shift workers Central Processing Area (CPA) Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) Tuban. This research used cross sectional design and used analytic analysis. This research used primary data from result of the Diagnostic of Stress and Insomnia Severity Index questionnaire and also secondary data from the company. The results showed that there was relationship between job stressors role conflict and overload qualitative with insomnia while working the day shift with a value of 0,034 and 0,010 significancy. There was also a relationship between job stressors were overload quantitative and qualitative with insomnia while working the night shift with a value of 0,038 and 0,013 significancy. And there was a statistically significant difference between insomnia while working the day shift and night shift with a value of 0,000 significancy. Suggestions are given for the company is to make counseling program, analyze or review existing job description, hold meetings and refreshing programs regularly to increase motivation to work. And suggestions given to the worker include: exercise regularly, use the time off to bed early, and plan the daily agenda so that the task can be completed earlier. Keywords: job stressor, insomnia, shift worker

Keyword :

job stressor, insomnia, shift worker,


References :

  1. George, J., and Jones, G, (2002). Organizational Behavior (3rd ed.). USA : Prentice-Hall
  2. Gibson, James .L, (1997). Manajemen. Alih bahasa Zuhad Ichyandin: Edisi 9. Jakarta : Erlangga
  3. Gibson, J.L, Ivancevich and Donelly, (1995). Organisasi dan Manajemen: Perilaku, Struktur, dan Proses. Terjemahan. Jakarta : Erlangga
  4. Grandjean, E. , (1988). Fitting The Task to The Man, A Text book of Occupational Ergonomics, 4 th edition. London : Taylor and Francis Ltd
  5. Jewell dan Siegall, (1990). Psikologi Industri atau Organisasi Modern Edisi 2. . Jakarta : Arcan
  6. Kodrat, Kimberly Febrina, (2009). Pengaruh Shift Kerja Terhadap Kemungkinan Terjadinya Kelelahan Pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit PT. X Labuhan Batu. Medan : Universitas Sumatera Utara
  7. Margiati, Lulus, (1999). Stres Kerja: Latar Belakang Penyebab dan Alternatif Pemecahannya. Surabaya : Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik,3:71-80
  8. Mayan S.H, Kalsum & Halinda S.L, (2013). Perbedaan Stres Kerja Berdasarkan Shift Kerja Pada Pekerja Bagian Electrical Field Service di PT. Baker Hughes Indonesia Duri-Riau Tahun 2013. Medan : Universitas Sumatera Utara
  9. Munandar, A.S, (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : UI Press
  10. Nimran, Umar, (1999). Perilaku Organisasi. Surabaya : Citra Media
  11. Nishitani, N and Hisataka Sakakibara, (2009). Job Stress Factors, Stress Response, and Social Support in Association with Insomnia of Japanese Male Workers. Jepang : Journal of Industrial Health 2010
  12. Nugrahani, Slafi, (2008). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Kerja Pada Pekerja Bagian Operasional PT.Gunze Indonesia. Jakarta : Universitas Indonesia
  13. Nurmianto, E, (2004). Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya Edisi Kedua. Surabaya : Penerbit Guna Widya
  14. Rafknowledge, (2004). Insomnia dan Gangguan Tidur Lainnya. Jakarta : PT Elex Komputindo
  15. Saftarina F & Hasanah L, (2014). Hubungan Shift Kerja dengan Gangguan Pola Tidur pada Perawat Instalasi Rawat Inap di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung 2013. Lampung : Jurnal Medula Volume 2 Nomor 2, Februari 2014
  16. Scott, G.E, (2001). The Psychology of Safety Handbook. Boca Raton : Lewish Publisher
  17. Slocum, John W. and Don Hellriegel, (2009). Principle’s of Organizational Behavior. China : Cengage Learning
  18. Suma’mur P.K, (1994). Hygene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : Haji Masagung
  19. Umar, Husein, (2004). Metode Penelitian Untuk Skripsi Dan Tesis Bisnis Cetakan ke 6. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
  20. Wolfe D.M. and J.D. Snoek, (1962). A Study of Tension and Adjustment Under Role Conflict. Singapura : Journal of Social Issue July


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 1 / Pub. : 2014-01
  1. Analisis faktor yang berhubungan dengan penerapan lock out tag out (loto) pada mekanik di plant department
  2. Faktor yang berhubungan dengan keluhan carpal tunnel syndrome pada pekerja gerinda di pt dok dan perkapalan surabaya
  3. Faktor yang mempengaruhi unsafe action pada pekerja di bagian pengantongan urea
  4. Hubungan antara stresor kerja dengan insomnia pada pekerja bergilir bagian central processing area di job p-pej tuban
  5. Penilaian risiko paparan asap kendaraan bermotor pada polantas polrestabes surabaya tahun 2014
  6. Faktor yang berhubungan dengan perilaku selamat pada pengemudi pengangkut bahan kimia berbahaya pt aneka gas industri, sidoarjo
  7. Penilaian emergency response preparedness untuk proteksi ledakan pada area peleburan besi pada pt. “x” (berdasarkan internasional sefety rating system)
  8. Hubungan antara knowledge, attitude, practice safe behavior pekerja dalam upaya untuk menegakkan keselamatan dan kesehatan kerja
  9. Analisis perilaku aman tenaga kerja menggunakan model perilaku abc ( antecedent behavior consequence)
  10. Identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko pada proses blasting di pt cibaliung sumberdaya, banten