UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

Media Gizi Kesmas

ISSN 2301-7392

Vol. 1 / No. 1 / Published : 2019-06

Order : 2, and page :6 - 12

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pengaruh substitusi biskuit mp-asi kemenkes dan isolat protein terhadap daya terima snack bar untuk batita usia 12-36 bulan

Author :

  1. Dea Dellyana Wahyutia Ady*1
  2. Susi Hidayah*2
  3. Himatul Muhimah*3
  1. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
  2. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
  3. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract :

ABSTRAK   Latar Belakang: Batita (Bayi dibawah usia Tiga Tahun) adalah anak yang berusia antara 12 – 36 bulan. Pada tahap ini, pertumbuhan anak berjalan lebih lambat jika dibandingkan pada usia 0 –12 bulan. Asupan energi dan zat gizi yang cukup penting untuk mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Masalah gizi kurang pada batita akan mengganggu perkembangan kognitif dan proses eksplorasi lingkungan yang merupakan karakteristik anak pada usia ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan kandungan protein snack bar yang disubstitusi dengan biskuit MP-ASI Kemenkes dan isolat protein. Metode: Desain yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah eksperimental murni dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 1 formula kontrol biskuit MP-ASI Kemenkes, 1 formula kontrol snack bar, dan 1 formula perlakuan. Uji daya terima dilakukan kepada 3 panelis terlatih dan 25 panelis tidak terlatih. Satu formula terbaik dari hasil uji organoleptik akan diuji kandungan protein dengan metode Kjeldahl. Uji statistik menggunakan uji Anova Friedman Test (α = 0,05). Hasil: Hasil uji daya terima menunjukkan formula terbaik adalah formula perlakuan dengan subtitusi biskuit MP-ASI Kemenkes 24% dan isolat protein 16% (f2). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara biskuit, formula kontrol, dan formula terbaik pada aspek tesktur (p=0,000), warna (p=0,003), dan rasa (p=0,046). Dalam 100 gram formula terbaik mengandung 6,68 g protein dan dapat memenuhi 10% kecukupan protein jika mengonsumsi sebanyak 4 keping snack bar. Kesimpulan: Substitusi 24% biskuit MP-ASI Kemenkes dan 16% isolat protein meningkatkan daya terima snack bar untuk batita usia 12-36 bulan.   ABSTRACT   Background: Toddler (Infant under Three Years Old) are child between the ages of 12 and 36 month. In this stage, the growth velocity of children slower than in ages of 0 – 12 month. Adequate energy and nutrients important to achieve optimal growth and development. Undernutrition problem in toddlers will impairs cognitive development and environment explores process that constitute child’s characteristic in this ages. Objectives: This study aims to determine the acceptance and the proteins content of snack bars substituted with MP-ASI biscuit and the isolates protein. Methods: The design used in this study was experimental using a completely randomized design method. There are 3 formulas used, a control formula of MP-ASI biscuits from Kemenkes, a control formula of snack bar, and a treatment formula. The acceptance test was conducted on 3 trained panelists and 25 untrained panelists. The best formula from the organoleptic test results were tested for protein content using the Kjeldahl method. The statistical test was Anova Friedman Test (α = 0.05). Results:The results of organoleptic test showed that the best formula was the treatment formula with 24% of MP-ASI biscuits substitution and 16% isolates protein (f2). The statistic analysis showed that there were significant differences on the aspects of texture(p=0.000), color (p=0.003), and taste (p=0.046). In 100 grams of best formula contains 6,68 grams of protein and can fulfill 33.4% of the daily protein adequacy of children aged 1-3 years. Conclusion: Substitution of 24% MP-ASI biscuits and 16% Isolates protein increase the acceptance of snack bar for toddler (12-36 months)

Keyword :

toddler, undernutrition, snack bar, complementary food,


References :

1.        Brown, J. E. Nutrition Through The Life Cycle. Cengage Learning (Cengange Learning, 2011). doi:10.1111/j.1753-4887.2004.tb00011.x

2.        Diniyyah, S. R. & Nindya, T. S. Asupan Energi , Protein dan Lemak dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci , Gresik. Amerta Nutr. 1, 341–350 (2017).

3.        Fauziah, L., Rahman, N. & Hermiyanti. Faktor Risiko Kejadian Gizi Kurang Pada Balita Usia 24 - 59 Bulan di Kelurahan Taipa Kota Palu. J. Ilm. Kedokt. 4, 27–35 (2017).

4.        Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. (2013).

5.        Mufida, L., Widyaningsih, T. D. & Maligan, J. M. Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk Bayi 6 - 24 Bulan: Kajian Pustaka. J. Pangan dan Agroindustri 3, 1646–1651 (2015).

6.        Rottie, J. V, Kundre, R. & Datesfordate, A. H. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu ( MP-ASI ) dengan Status Gizi Bayi pada Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bahu Manado. J. Keperawatan 5, 1–7 (2017).

7.        Sarifudin, A., Ekafitri, R., Surahman, D. N. & Putri, S. K. D. F. A. Pengaruh Penambahan Telur pada Kandungan Proksimat , Karakteristik Aktivitas Air Bebas ( A W ) dan Tekstural Snack Bar berbasis Pisang ( Musa paradisiaca ). Agritech 35, 1–8 (2015).

8.        Zwer, P. Oats : characteristics and quality requirements. Woodhead Publishing (Woodhead Publishing Limited, 2010). doi:10.1533/978-1-84569-563-7.2.163

9.        Mulyadi, A. F., Wijana, S., Dewi, I. A. & Putri, W. I. Karakteristik Organoleptik Produk Mie Kering Ubi Jalar Kuning (Ipomoea batatas) (Kajian Penambahan Telur dan CMC). J. Teknol. Pertan. 15, 25–36 (2014).

10.      Kurniawan, R. Pengolahan Koro Benguk (Mucuna pruriens), Oat (Avena sativa), dan Apel Fuji (Malus sylvetris) sebagai Bahan Snack Bar. (Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, 2017).

11.      Savitri, D., Al-Baarri, A. N. & Abduh, S. B. M. Efek Pemanasan pada Susu Sapi Full Cream dengan Penambahan Gula Sukrosa, D-Fruktosa, dan D-Galaktosa terhadap Intensitas Warna dan Aroma. J. Apl. Teknol. Pangan 3, 157–159 (2014).

12.      Marwah. Kualitas Fisikokimia Biskuit Pada Berbagai Komposisi Tepung Terigu, Tepung Dangke, dan Tepug Sagu. (Universitas Hasanuddin, 2018).

13.      Kusumastuti, S. & Adriani, M. Pengaruh Substitusi Susu Kedelai dan Mocaf ( Modified Cassava Flour ) Terhadap Daya Terima , Kandungan Serat dan Nilai Ekonomi Produk Es Krim Naga Merah. Amerta Nutr. 1, 252–260 (2017).

14.      Elastri, A. Pengaruh Substitusi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah terhadap Kualitas Es Krim. (Universitas Negeri Padang, 2015).

15.      Sarastuti, M. & Yuwono, S. S. Pengaruh Pengovenan dan Pemanasan terhadap Sifat-Sifat Bumbu Rujak Cingur Instan selama Penyimpanan. J. Pangan dan Agroindustri 3, 464–475 (2015).

16.      Palupi, N., Zakariya, F. & Prangdimurti, E. Pengaruh Pengolahan terhadap Nilai Gizi Pangan. (Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan-Fateta-IPB, 2007).

17.      Sundari, D., Almasyhuri & Lamid, A. Pengaruh Proses Pemasakan Komposisi Zat Gizi Bahan Pangan Sumber Protein. Media Litbangkes 25, 235–242 (2015).

18.        Whitney, E. & Rolfes, S. R. Understanding Nutrition. (ThomsonWadsworth, 2008).





Archive Article

Cover Media Content

Volume : 1 / No. : 1 / Pub. : 2019-06
  1. Hubungan Antara Pemberian Asi Dan Pemberian Makanan Selain Asi Dengan Kejadian Underweight Pada Bayi Di Jawa Timur Tahun 2018
  2. Pengaruh Substitusi Biskuit Mp-asi Kemenkes Dan Isolat Protein Terhadap Daya Terima Snack Bar Untuk Batita Usia 12-36 Bulan
  3. Hubungan Kepuasan Pelayanan Makanan Dengan Jenis Diet Pada Pasien Di Rsu Haji Surabaya
  4. Analisa Program Tablet Tambah Darah Untuk Ibu Hamil Di Kota Bogor
  5. Perbedaan Asupan Zat Energi Dan Aktivitas Fisik Pada Status Obesitas Pada Balita Di Desa Mlati Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri

Departemen Gizi KesehatanFakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Kampus C, Jl. MulyorejoSurabaya 60115

Telp: 031-5964808; Fax: 031-5964809

Hp: +62 857-3154-7992

Email: medgizi.airlangga@gmail.com