Catalog :




Detail Article

Kebijakan dan Manajemen Publik

ISSN 2303 - 3411

Vol. 6 / No. 1 / Published : 2018-01

TOC : 15, and page :1 - 15

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan kader pemberdayaan masyarakat (kpm) dalam meningkatkan kapasitas masyarakat kampung kue di rungkut lor kota surabaya

Author :

  1. Lilik Nur Aidah *1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

This study aims to describe and explain what factors support the success of the Community Empowerment Cadre (KPM) in enhancing the capacity of the community in Kampung Kue in Rungkut Lor, Surabaya City. Kampung Kue is a Micro Small and Medium Industry which is formed from the results of empowerment carried out by KPM in order to improve the capacity of the community. In order to empowering village communities, KPM carries out its role as an accelerator of change, intermediaries, educators, planners, advocates, activists, and technical implementers. To carry out its role in empowering the community is influenced by the factors of organizational success in developing UMKM from Sanusi and Harold J.Leavitt.  This research is a qualitative research with descriptive type. Data is collected through in-depth interview methods, observation, and documentation. Determination of informants was done purposively. Qualitative data analysis was carried out in stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity checking technique used triangulation of data sources. The results of this study show that there are factors that support the success of KPM in increasing the capacity of village communities through the UMKM Pawon Kue. The success of KPM in enhancing the capacity of the community cannot be separated from the implementation of the role of KPM which has been regulated in the Ministry of Home Affairs Regulation No. 7 of 2007 concerning KPM (Community Empowerment Cadres), in this regulation the role of KPM includes accelerator of change, intermediaries, educators, planners, advocates, activists, and technical implementers. The success of cadres in carrying out their roles is supported by factors that include financial support, marketing and promotion, technology, government support, business planning, entrepreneurial skills, financial institutions, and human resources.

Keyword :

Supporting factors, Community Empowerment Cadres, community capacity building,


References :

  1. Sanusi, (2015). Faktor Penentu Keberhasilan UMKM Pada Klaster Bordir dan Konveksi Kudus. vol 8 no 1 : Jurnal Institut Tasamuh


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 1 / Pub. : 2018-01
  1. Penataan struktur perangkat daerah melalui rightsizing organisasi sebagai bentuk reformasi birokrasi (studi kasus pembentukan dinas ketahanan pangan dan pertanian kota surabaya)
  2. Pengamanan tanah aset daerah dan non aset daerah pada kawasan lindung pamurbaya di kecamatan rungkut surabaya
  3. Evaluasi implementasi pengelolaan keuangan desa di desa kedungmaling dan desa kumitir kabupaten mojokerto berdasarkan permendagri no. 113 tahun 2014
  4. Efektivitas dialog jumat sebagai model pembuatan kebijakan publik deliberatif di kabupaten bojonegoro
  5. Difusi inovasi pelayanan angkutan sekolah gratis di kabupaten tulungagung
  6. Kinerjapusatpelayananterpaduperempuandananakkorbankekerasanprovinsijawatimurditinjaudariprespektif organizational citizenship behavioral
  7. Pengembangan kapasitas organisasi melalui penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit (simrs) untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rsud dr. mohamad soewandhie surabaya
  8. Kinerja pusat pelayanan terpadu perempuan dan anak korban kekerasan provinsi jawa timur ditinjau dari prespektif organizational citizenship behavioral
  9. Keterbukaan data pembangunan kesehatan pemerintah kota surabaya dalam perspektif open government data
  10. Transparansi administrasi keuangan desa (studi pengelolaan dana desa dalam pendekatan good village governance di desa kenongo dan desa gelang kecamatan tulangan kabupaten sidoarjo)
  11. Evaluasi pencapaian sasaran program pembangunan sentra ikan bulak (sib) dalam upaya pengembangan pariwisata wilayah pesisir surabaya
  12. Sinergitas stakeholder dalam pengembangan tanaman tebu di kabupaten sidoarjo
  13. Inovasi layanan kepolisian (studitentanglayanan panic button on hand untuk masyarakat dilihat dari perspektifpelayanan primadi polres malang kota)
  14. Studi deskriptif tentang regulatory accountability dinas pengelolaan bangunan dan tanah dalam pengelolaan aset tanah pemerintah kota surabaya pasca dikeluarkan kebijakan reforma agraria tahun 2016
  15. Evaluasi pelaksanaan kebijakan penataan rumah tahanan (studi kasus pelaksanaan permenkumham no.6 tahun 2013 tentang tata tertib lapas dan rutan di rumah tahanan “medaeng” surabaya)
  16. Analisis perilaku pegawai pelayanan publik dilihat dari perspektif administrative responsibility di dinas tenaga kerja kota surabaya
  17. Keefektivan manajemen anggaran bantuan oprasional kesehatan (bok) di puskesmas balongsari kota surabaya
  18. Evaluasi dampak sosial ekonomi pelaksanaan kebijakan pengadaan tanah proyek pembangunan pelabuhan internasional jiipe (java integrated industrial and port estate) di kecamatan manyar kabupaten gresik
  19. Efektivitas kepemimpinan kepala daerah dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur di kabupaten bangkalan
  20. Koordinasi antar instansi dalam inovasi layanan pengaduan darurat command center 112 di kota surabaya
  21. Difusi inovasi pelayanan publik (inovasi pelayanan “samsat on the spot” di kantor bersama samsat karangploso kabupaten malang)
  22. Studi deskriptif tentang efektivitas program lamongan green and clean (lgc) di kabupaten lamongan
  23. Evaluasi program campus social responsibility dalam pendampingan anak putus sekolah di kota surabaya
  24. Evaluasi pelaksanaan program pemberian permakanan di kelurahan krembangan utara kecamatan pabean cantikan kota suurabaya
  25. Inovasi pelayanan publik melalui command center 112 dalam menangani pengaduan masyarakat di badan penanggulanggan bencana dan perlindungan masyarakat (bpb linmas) kota surabaya
  26. Kerjasama pengelolaan rumah susun sederhana sewa antara pemerintah kabupaten sidoarjo dengan pemerintah desa tambak sawah
  27. Evaluasi dampak program pelatihan kerja dinas tenaga kerja kota surabaya
  28. Peran lp2a (lembaga perlindungan perempuan dan anak) dan dinas sosial dalam pemberdayaan mantan narapidana anak di kabupaten jombang
  29. Evaluasi kinerja kantor pertanahan kabupaten sidoarjo dalam program pelayanan pengurusan sertifikasi tanah
  30. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan kader pemberdayaan masyarakat (kpm) dalam meningkatkan kapasitas masyarakat kampung kue di rungkut lor kota surabaya
  31. Administrative responsibility (studi tentang tanggung jawab administratif terkait upaya perencanaan pengembangan penerangan jalan umum di kota surabaya)