Catalog :




Detail Article

Komunitas

ISSN 2303-1166

Vol. 3 / No. 1 / Published : 2014-01

TOC : 22, and page :1 - 22

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

“dinamika konflik perguruan silat setia hati” (studi konflik simon fisher pada kasus konflik perguruan silat setia hati terate degan perguruan silat setia hati tunas muda winongo di madiun)

Author :

  1. agus listiana*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki jenis dan ragam pencak silat yang berbeda-beda, misalnya seni bela diri yang terkenal dari Madiun adalah perguruan silat Setia Hati Terate dengan perguruan silat Setia Hati Tunas Muda Winongo. Kedua perguruan yang ada di Madiun ini sering terlibat konflik sehingga sering kali menimbulkan korban serta kerugian materiil.Berdasarkan latar belakang di atas maka muncul lah suatu fokus penelitian tentang bagaimana Dinamika konflik perguruan silat Setia Hati Terate dengan perguruan silat Setia Hati Tunas Muda Winongo. Penelitian ini menggunakan teori yang digagas oleh Simon Fisher tentang Dinamika Konflik. Peneliti ini mengunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini difokuskan kepada para pengikut perguruan silat Setia Hati Terate, dengan perguruan silat Setia Hati Tunas Muda Winongo yang telah disahkan oleh padepokan yang mereka anut untuk menjadi warga perguruan silat, informan telah disahkan untuk menjadi warga perguruan silat yang mereka anut minimal 10 tahun, berdomisili di wilayah Madiun, Jawa timur. Adapun informan tambahan yakni aparat keamanan yang pernah terlibat langsung dalam pengamanan konflik yang melibatkan kedua perguruan silat ini, serta masyarakat biasa yang menjadi korban dari konflik antar kedua perguruan silat. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview (wawancara mendalam)Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh temuan data bahwa sebelum adanya konflik. Kedua perguruan ini dipersatukan dengan nama perguruan silat SETIA HATI yang didirikan oleh Ki Ngabehi Soeryodiwiryo, atau biasa disebut Eyang Soeryo, dimana Eyang Soeryo memiliki dua murid kesayangan. Konflik antar kedua murid Eyang Sueryo terjadi pada saat Eyang Sueryo meninggal. Sehingga perguruan silat SETIA HATI terpecah menjadi dua, yakni perguruan silat Setia Hati Terate dengan perguruan silat Setia Hati Tunas Muda Winongo, dimana kedua murid ini saling mengklaim bahwa perguruan yang mereka anut adalah ajaran SETIA HATI yang asli dari Eyang Sueryo, konflik ini merambah sampai ke pengikut masing masing perguruan.Rasa benci antar kedua pengikut perguruan ini sering kali menimbulkan konflik antar kedua perguruan, sehingga permasalahan sepele yang melibatkan kedua perguruan silat ini bisa memicu konflik menjadi besar. Konflik antar kedua perguruan ini tidak hanya menimbulkan kerugian bagi kedua pihak yang terlibat konflik tetapi sering kali merugikan masyarakat yang tidak memiliki sangkut paut dengan masalah tersebut. Jenis konflik antarkedua perguruan ini adalah konflik Horizontal, yaitu konflik yang terjadi antara masyarakat dengan masyarakat. Sementara tipe konflik yang melibatkan kedua perguruan ini merupakan tipe konflik terbuka, hal ini ditunjukan dengan seringnya bentrokan yang melibatkan kedua pengikut perguruan tersebut.Key Words(kata kunci): Dinamika konflik, Simon Fisher,perguruan silat Setia Hati.

Keyword :

dinamika konflik, simon fisher , perguruan silat setia hati,


References :

  1. Fisher, Simon, dkk., (2000). Manajemen Konflik Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak. Jakarta : British Council.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 1 / Pub. : 2014-01
  1. Konflik internal dalam komunitas bonek (studi deskriptif perpecahan dan perselisihan dalam mendukung team persebaya yang terjadi di kalangan bonek di surabaya)
  2. Strategi pengemis dalam hidup bermasyarakat di kota surabaya
  3. Korean idol rated fanfiction (studi deskriptif tentang kecenderungan tindakan sosial remaja usia sekolah menengah atas pembaca korean idol rated fanfiction di surabaya dalam hal perilaku seksualnya)
  4. Simbol interaksi kaum lesbi (studi deskriptif mengenai simbol – simbol interaksi sebagai wujud identitas diri pada kelompok lesbi di surabaya)
  5. Makna penggunaan jilbab di kalangan mahasiswi muslim yang tidak berjilbab (studi deskriptif pada mahasiswi fakultas farmasi di universitas airlangga dan mahasiswi jurusan bahasa inggris di universitas muhammadiyah surabaya)
  6. “konstruksi sosial mahasiswa terhadap gaya hidup metroseksual”studi pada mahasiswa metroseksual di fakultas ilmu sosial universitas airlangga
  7. Sosialisasi norma kepada anak autis studi deskriptif tentang proses sosialisasi norma oleh orang tua kepada anak autis dalam keluarga di surabaya
  8. Konstruksi realitas terhadap jabatan pada istri tni – ad studi di persit tni – ad surabaya
  9. Polarisasi dalam kehidupan sosial para keturunan bangsawan di sumenep
  10. Backpacking ala mahasiswa studi deskriptif tentang gaya hidup pada mahasiswa universitas airlangga surabaya
  11. Tindakan sosial masyarakat yang telah menunaikan ibadah haji (studi deskriptif mengenai tindakan sosial masyarakat yang telah menunaikan ibadah haji di kelurahan wonokusumo)
  12. Konstruksi sosial keluarga tanpa anak (studi deskriptif tentang makna keluarga tanpa anak dan stigma yang dialami oleh pasangan suami istri tanpa anak di surabaya)
  13. Konstruksi tentang jenis kelamin (studi dikalangan abg homoseksual)
  14. Pemanfaatan waktu luang pada masyarakat lapisan bawah
  15. “dinamika konflik perguruan silat setia hati” (studi konflik simon fisher pada kasus konflik perguruan silat setia hati terate degan perguruan silat setia hati tunas muda winongo di madiun)
  16. “jaringan sosial komunitas rni dalam memenuhi kebutuhan darah rhesus negatif” [studi deskriptif pada komunitas rhesus negatif indonesia (rni) di surabaya]
  17. Sosialisasi tentang pengetahuan keagamaan oleh orang tua beda agama kepada anaknya ( studi deskriptif di surabaya) dhiva airlangga
  18. Studi deskriptif konstruksi sosial anak jalanan terhadap kekerasan yang dilakukan satuan polisi pamong praja di surabaya
  19. Hegemonisasi tokoh masyarakat dalam pembebasan lahan
  20. Kohesivitas penduduk asli dan pendatang dalam multikulturalisme