Catalog :




Detail Article

Komunitas

ISSN 2303-1166

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-06

TOC : 12, and page :1 - 15

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Konstruksi sosial pekerjaan outsourcing di kalangan buruh pertambangan di bontang

Author :

  1. ANGELINA LONDA*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Sistem outsourcing merupakan salah satu sistem kerja yang menggunakan jasa ahli daya dalam mengelola suatu pekerjaan atau proyek tertentu. Banyak peraturan pemerintah yang membahas tentang sistem outsourcing, tetapi dianggap belum memecahkan masalah karena pekerja masih merasa bahwa sistem outsourcing sangat tidak membela kaum pekerja yang justru menguntungkan bagi perusahaan. Namun karena sulitnya pekerjaan yang tersedia bagi tenaga kerja, sehingga membuat para pekerja akhirnya menerima sistem kerja outsourcing yang dibuat oleh perusahaan. Maka sangat menarik untuk melihat secara lebih dalam bagaimana karyawan outsourcing mengkonstruksikan nilai kerja pada pekerjaannya dan bagaimana dampak status outsourcing terhadap karyawan pertambangan batu bara    Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann serta teori nilai kerja dari Karl Marx. Paradigma yang digunakan adalah definisi sosial dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Bontang dengan lima informan, dipilih dengan menggunakan teknik purposive pada pekerja outsourcing yang bekerja di pertambangan dan dilihat dari usia, jenis kelamin, status kekeluargaan, dan pengalaman kerja.    Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pekerja laki-laki yang berpengalaman belum berpengalaman, telah menikah maupun belum menikah memaknai pekerjaannya sebagai sistem kerja yang tidak memihak pada pekerja dan memaknai pekerjaannya sebagai suatu bentuk eksploitasi, pekerja laki-laki yang belum menikah tetap merasa tereksploitasi dikarenakan upah yang tidak sesuai dengan tenaga yang digunakan saat bekerja. Sedangkan perempuan baik yang menikah maupun sudah menikah memaknai pekerjaan outsourcing sebagai pekerjaan yang bersifat tidak meeksploitasi, jika dilihat berdasarkan pembagian waktu kerja.. Selain itu terdapat beberapa dampak yaitu dampak pada kesejahteraan pekerja bagi pekerja laki-laki kesejahteraan masih kurang terpenuhi, sedangkan pekerja perempuan, upah yang diterima sudah sesuai. Dampak kinerja pekerja yang tetap memiliki etos kerja, dampak sosial pada proses adaptasi memiliki hubungan yang baik dan saling memiliki rasa simpati antar pekerja, kerjasama antar pekerja juga tetap dilakukan, serta mendapat dukungan keluarga.

Keyword :

pekerja, Outsourcing, makna kerja, dampak,


References :

  1. Basrowi & Sukidin, (2009). Metode Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro. 1 : Surabaya : Insan Cendekian
  2. Faridah,Ika, (2014). Perjanjian Perburuhan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Dan Outsourcing. 1 : Jakarta:Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia
  3. Pratama, Handito Satya, (2015). Konstruksi Sosial Orang Tua Mengenai Konsumsi Junk Food Untuk Anak di Perkotaan.. 1 : Skripsi. Universitas Airlangga. Surabaya


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-06
  1. Pengaruh bargaining position dalam keluarga terhadap pola pengambilan keputusan ber-kb vasektomi (studi eksplanatif tentang pola pengambilan keputusan pria sebagai kb metode vasektomi)
  2. Tindakan sosial orang tua pada anak penderita kanker darah (studi kualitatif orientasi kesehatan untuk memperoleh penyembuhan oleh orang tua pada anak penderita kanker darah di rsu dr.soetomo)
  3. Jaringan sosial prostitusi di kawasan tretes pasuruan
  4. Perilaku merokok remaja pasca paparan slogan dan gambar peringatan bahaya merokok
  5. Dinamika konflik pengelolaan sampah (studi deskriptif konflik realistis pengelolaan sampah tpa benowo surabaya)
  6. Kontruksi sosial tato di kalangan musisi indie
  7. Pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x” (studi tentang pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x”)
  8. Mekanisme survival keluarga nelayan (studi terhadap nelayan di kelurahan kenjeran ,kecamatan bulak , kota surabaya)
  9. Konstruksi sosial sepak bola perempuan (studi deskriptif pemain sepak bola perempuan di surabaya)
  10. Perilaku kesehatan ibu rumah tangga penderita prakanker serviks (studi deskriptif tentang tindakan pengobatan penderita prakanker serviks di wilayah bantaran sungai jagir, surabaya)
  11. Konsumerisme pasar virtual di kalangan pelajar surabaya (studi tentang perilaku konsumsi kalangan pelajar sma komplek surabaya di pasar virtual)
  12. Konstruksi sosial pekerjaan outsourcing di kalangan buruh pertambangan di bontang
  13. Implementasi program corporate social responsibility pt semen indonesia persero tbk (studi deskriptif mengenai program kemitraan pt semen indonesia persero tbk dalam meningkatkan kemandirian ekonomimasyarakat ring i kecamatan kerek)
  14. Sosialisasi kejahatan pada anak yang berkonflik dengan hukum (abh) dalam lembaga pembinaan khusus anak (lpka) kelas i a blitar
  15. Dominasi perhutani dalam pengelolaan hutan (relasi kuasa antara perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan di rph gunung tukul)
  16. Makna sosial ritual pesugihan bagi peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung (studi deskriptif mengenai makna sosial ritual pesugihan bagi para peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung)
  17. Konstruksi sosial khitan perempuan bagi masyarakat madura di surabaya (studi deskriptif pada masyarakat madura di kecamatan semampir, surabaya)
  18. Mekanisme survival karyawan kontrak perhotelan di kota surabaya
  19. Stigma sebagai suatu ketidakadilan pada mantan narapidana perempuan di masyarakat surabaya
  20. Konstruksi sosial masyarakat nelayan lamongan terhadap larangan penggunaan alat tangkap pukat
  21. Semanggi sebagai identitas kolektif masyarakat kota surabaya
  22. Perilaku konsumtifmahasiswadi perkotaan dalam penggunaan produk perawatan wajahdi klinik kecantikan
  23. Pola asuh keluarga bercerai dalam membentuk perilaku anak
  24. Pemaknaan sapi sonok bagi masyarakat madura
  25. Konstruksi sosial hukum adat pernikahan masyarakat batak (studi pada masyarakat batak di surabaya )
  26. Konstruksi sosial kesenian dongkrek (studi deskriptif dalam paguyuban dongkrek krido sakti desa mejayan kabupaten madiun)
  27. Akses dan peluang disabilitas terhadap pekerjaan di sektor industri rumah tangga
  28. Pengobatan bekam (study deskriptiftindakan sosial masyarakat surabayadalam memilih bekam sebagai sarana pengobatan)
  29. Reproduksi kekerasan dalam relasi antara mahasiswa senior dan mahasiswa junior (studi deskriptif pada pelaksanaan orientasi pengenalan kampus mahasiswa fisip universitas airlangga)
  30. Makna sertifikasi bagi guru