Catalog :




Detail Article

Komunitas

ISSN 2303-1166

Vol. 3 / No. 3 / Published : 2014-09

TOC : 3, and page :1 - 12

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Lembaga bimbingan belajar (lbb) sebagai penambah modal budaya bagi siswa sma kelas xii (studi kasus pada lbb quantum xcellensia surabaya)

Author :

  1. Yudho Novandhika Putra*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Keikutsertaan siswa kelas XII dalam lembaga bimbingan belajar makin meningkat. Terdapat dua kontradiksi dalam keikutsertaan siswa kelas XII di lembaga bimbingan belajar, yaitu semakin lamanya durasi siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan mahalnya biaya untuk mengikuti lembaga bimbingan belajar. Oleh karenanya, dengan menggunakan lembaga bimbingan belajar Quantum Xcellensia di Surabaya, studi ini kemudian ingin mengetahui latar belakang keikutsertaan siswa dan norma serta nilai yang diterapkan kepada siswa dalam lembaga bimbingan belajar.   Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus intrinsik. Dengan menggunakan teknik purposive, informan dalam studi ini berjumlah sembilan orang.Teori reproduksi budaya dari Pierre Bourdieu menjadi pisau analisa dalam studi ini. Habitus individu yang terbentuk secara tak disadari dalam keluarga kemudian menjadi alat saring utama individu atas kondisi atau perihal sosial, dalam konteks studi ini adalah pendidikan, konkretnya yaitu kebiasaan belajar.   Melalui habitus yang terbentuk oleh keluarganya, para individu merasa bahwa modal budaya untuk meraih kesuksesan akademik di sekolah tidaklah mencukupi, sehingga para individu memilih untuk mengikuti lembaga bimbingan belajar. Dalam keikutsertaannya di lembaga bimbingan belajar, informan menyatakan bahwa kebiasaan belajarnya meningkat, dimana hal tersebut merupakan norma yang diterapkan oleh lembaga bimbingan belajar untuk membentuk habitus peserta didiknya. Kedekatan interpersonal dalam lembaga bimbingan belajar juga merupakan nilai yang mendukung dalam perolehan modal budaya para individu.

Keyword :

Lembaga Bimbingan Belajar, Habitus, Modal Budaya,


References :

  1. Bourdieu, Pierre, (2012). Arena Produksi Kultural Sebuah Kajian Sosiologi Budaya. Bantul : Kreasi Wacana
  2. -, (0000). etc.. - : -


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 3 / Pub. : 2014-09
  1. Eksploitasi buruh pengangkut belerang di gunung welirang (studi deskriptif tentang relasi antara pengepul belerang koperasi raksa dan buruh pengangkut belerang di gunung welirang)
  2. Diskriminasi terhadap siswa ips di sma surabaya (studi deskriptif tentang fenomena labeling yang dialami siswa ips di sman 3 surabaya dan sma barunawati surabaya)
  3. Lembaga bimbingan belajar (lbb) sebagai penambah modal budaya bagi siswa sma kelas xii (studi kasus pada lbb quantum xcellensia surabaya)
  4. Eksistensi sunda wiwitan (eksistensi sunda wiwitan pada anggota suku baduy di jakarta)
  5. Tindakan sosial jemaat agama kristen protestan (studi deskriptif pemaknaan jemaat gereja kristen jawi wetan karangpilang mengenai aktifitas beribadah dan bekerja)
  6. Tindakan sosial warga miskin nahdhatul ulama dalam melaksanakan tradisinya di desa raci kecamatan bangil kabupaten pasuruan
  7. Konstruksi sosial perempuan dalam mengikuti bela diri (studi deskriptif tentang makna bela diri bagi perempuan serta masyarakat dalam melihat perempuan yang mengikuti bela diri persaudaraan setia hati terate di universitas negeri surabaya)
  8. Larangan pekerja perempuan berjilbab (studi deskriptif tentang larangan pekerja perempuan berjilbab)
  9. Cyberbullying di kalangan remaja (studi tentang korban cyberbullying di kalangan remaja di surabaya)
  10. Konstruksi sosial kebiasaan merokok di kalangan wanita berjilbab
  11. Pekerja anak di tempat pembuangan sampah (studi deskriptif kehidupan pemulung anak di tempat penampungan akhir benowo surabaya)
  12. Pemaknaan tubuh ideal (studi deskriptif tentang pemaknaan tubuh ideal bagi komunitas xl’so)
  13. Makna organisasi mahasiswa daerah (ormada) bagi anggotanya (studi deskriptif tentang peran ormada dalam menyikapi perbedaan sosial-budaya di antara mahasiswa universitas airlangga)
  14. Interaksi dan pola hubungan terhadap anak pasca perceraian (studi deskripstif tentang interaksi dan pola asuh terhadap anak pasca perceraian di kota surabaya)
  15. Pesta pernikahan keluarga miskin (studi deskriptif tentang tindakan keluarga miskin suku madura untuk memenuhi kebutuhan pesta pernikahan anak - anaknya)
  16. Orang tua yang menitipkan anak ke panti asuhan di surabaya (studi tentang penelantaran anak di surabaya)
  17. Eksistensi sekolah homogen (studi deskriptif di sma stella duce 1 yogyakarta)
  18. Resistensi warga pinggir rel surabaya (studi deskriptif resistensi tim anti penggusuran masyarakat pinggir rel surabaya terhadap pembangunan tol tengah kota surabaya)
  19. Konstruksi sosial single mother di surabaya (studi deskriptif tentang single mother berusia produktif yang mempertahankan statusnya sebagai orang tua tunggal)
  20. Deskripsi keberadaan kelas dan siswa pioneer oleh siswa reguler di sman “x” (studi kasus di sman “x” di kota sidoarjo, jawa timur)
  21. Konstruksi sosial pengurus organisasi lingkar ganja nusantara terhadap ganja di indonesia (studi deskriptif gerakan legalisasi ganja di indonesia)
  22. Makna dan sosialisasi nilai orang tua terhadap anak tunggal (studi kualitatif tentang makna anak dan sosialisasi nilai orang tua terhadap anak tunggal di surabaya)
  23. Ritual pesugihan di gunung kemungkus (studi diskriptif tentang ritual di gunung kemungkus)
  24. Fenomena akademik siswa miskin di kalangan sman elite surabaya ( studi deskriptif tentang proses akademik siswa miskin di sman 2 dan sman 5 surabaya )
  25. Permisifitas orang tua pada remaja anggota club mobil ‘g5’ (studi kualitatif pada orang tua yang memiliki anak yang tergabung dalam club mobil g5)