Catalog :




Detail Article

Komunitas

ISSN 2303-1166

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-06

TOC : 30, and page :1 - 15

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Makna sertifikasi bagi guru

Author :

  1. Mohammad Irsyad Fahlawy*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Penelitian ini berawal dari tidak berdampaknya progam sertifikasi guru yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Progam sertifikasi guru yang seharusnya mengarah untuk pengingkatan profesionalitas malah diarahkan untuk peningkatan perekonomian guru yang salah satunya membuat guru semakin konsumtif. Hal ini juga didukung keadaan dari pemerintah yang terkesan tidak serius dalam mengelola progam ini dalam hal pengingkatan mutu. Dengan keadaan tersebut peneliti berpandangan tempat paling ideal untuk melakukan penelitian dalam hal disfungsi progam sertifikasi adalah di temapat yang memang sangat membutuhkan peningkatan mutu dari guru. Disfungsi progam sertifikasi secara langsung mempengaruhi profesionalitas para guru yang cenderung stagnan dan tidak meningkat sama sekali. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengungkapkan makna social tentang sertifikasi bagi para guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe definisi sosial serta pendekatan fenomenologi yang dalam proses pencarian datanya menggunakan wawancara secara mendalam, observasi langsung, serta dokumentasi untuk mendukung penelitian ini.  Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Gurah Kabupaten Kediri yang merupakan salah satu sekolah pinggiran di daerah tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan teori analisis fungsional dari Robert K Merton serta teori profesionalisme dari Richard Hall. Hasil dari penelitian ini adalah para guru lebih memaknai sertifikasi sebagai progam peningkatan kesejahteraan dari pada tujuan aslinya yaitu meningkatkan profesionalitas guru. Dalam memandang profesionalitas para guru menganggap progam sertifikasi belum berdampak sama sekali dalam peningkatan mutu profesionalnya. Penelitian ini berkesipulan bahwa disfungsi progam sertifikasi guru benar-benar telah terjadi dan progam ini melenceng jauh dari tujuan utamanya yaitu peningkatan profesionalitas guru.

Keyword :

Sertifikat Kompetensi, guru, Profesionalitas, Disfungsi,


References :

  1. Payong, Marselus, (2011). Sertifikasi Profesi Guru. 1 : Jakarta: Indeks
  2. Ritzer, George, (2007). Edisi Ketujuh; Teori Sosiologi Modern. 1 : Jakarta: Prenada media Group
  3. Idi, Abdullah, (2011). Sosiologi Pendidikan (Individu, Masyarakat, dan Pendidikan). 1 : Jakarta: Rajawali Pers


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-06
  1. Pengaruh bargaining position dalam keluarga terhadap pola pengambilan keputusan ber-kb vasektomi (studi eksplanatif tentang pola pengambilan keputusan pria sebagai kb metode vasektomi)
  2. Tindakan sosial orang tua pada anak penderita kanker darah (studi kualitatif orientasi kesehatan untuk memperoleh penyembuhan oleh orang tua pada anak penderita kanker darah di rsu dr.soetomo)
  3. Jaringan sosial prostitusi di kawasan tretes pasuruan
  4. Perilaku merokok remaja pasca paparan slogan dan gambar peringatan bahaya merokok
  5. Dinamika konflik pengelolaan sampah (studi deskriptif konflik realistis pengelolaan sampah tpa benowo surabaya)
  6. Kontruksi sosial tato di kalangan musisi indie
  7. Pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x” (studi tentang pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x”)
  8. Mekanisme survival keluarga nelayan (studi terhadap nelayan di kelurahan kenjeran ,kecamatan bulak , kota surabaya)
  9. Konstruksi sosial sepak bola perempuan (studi deskriptif pemain sepak bola perempuan di surabaya)
  10. Perilaku kesehatan ibu rumah tangga penderita prakanker serviks (studi deskriptif tentang tindakan pengobatan penderita prakanker serviks di wilayah bantaran sungai jagir, surabaya)
  11. Konsumerisme pasar virtual di kalangan pelajar surabaya (studi tentang perilaku konsumsi kalangan pelajar sma komplek surabaya di pasar virtual)
  12. Konstruksi sosial pekerjaan outsourcing di kalangan buruh pertambangan di bontang
  13. Implementasi program corporate social responsibility pt semen indonesia persero tbk (studi deskriptif mengenai program kemitraan pt semen indonesia persero tbk dalam meningkatkan kemandirian ekonomimasyarakat ring i kecamatan kerek)
  14. Sosialisasi kejahatan pada anak yang berkonflik dengan hukum (abh) dalam lembaga pembinaan khusus anak (lpka) kelas i a blitar
  15. Dominasi perhutani dalam pengelolaan hutan (relasi kuasa antara perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan di rph gunung tukul)
  16. Makna sosial ritual pesugihan bagi peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung (studi deskriptif mengenai makna sosial ritual pesugihan bagi para peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung)
  17. Konstruksi sosial khitan perempuan bagi masyarakat madura di surabaya (studi deskriptif pada masyarakat madura di kecamatan semampir, surabaya)
  18. Mekanisme survival karyawan kontrak perhotelan di kota surabaya
  19. Stigma sebagai suatu ketidakadilan pada mantan narapidana perempuan di masyarakat surabaya
  20. Konstruksi sosial masyarakat nelayan lamongan terhadap larangan penggunaan alat tangkap pukat
  21. Semanggi sebagai identitas kolektif masyarakat kota surabaya
  22. Perilaku konsumtifmahasiswadi perkotaan dalam penggunaan produk perawatan wajahdi klinik kecantikan
  23. Pola asuh keluarga bercerai dalam membentuk perilaku anak
  24. Pemaknaan sapi sonok bagi masyarakat madura
  25. Konstruksi sosial hukum adat pernikahan masyarakat batak (studi pada masyarakat batak di surabaya )
  26. Konstruksi sosial kesenian dongkrek (studi deskriptif dalam paguyuban dongkrek krido sakti desa mejayan kabupaten madiun)
  27. Akses dan peluang disabilitas terhadap pekerjaan di sektor industri rumah tangga
  28. Pengobatan bekam (study deskriptiftindakan sosial masyarakat surabayadalam memilih bekam sebagai sarana pengobatan)
  29. Reproduksi kekerasan dalam relasi antara mahasiswa senior dan mahasiswa junior (studi deskriptif pada pelaksanaan orientasi pengenalan kampus mahasiswa fisip universitas airlangga)
  30. Makna sertifikasi bagi guru