Catalog :




Detail Article

Komunitas

ISSN 2303-1166

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-06

TOC : 16, and page :1 - 15

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Makna sosial ritual pesugihan bagi peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung (studi deskriptif mengenai makna sosial ritual pesugihan bagi para peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung)

Author :

  1. Desianasari*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Penelitian ini berawal dari ketertarikan dengan adanya realitas ritual di Makam Roro Kembang Sore. Karena yang seharusnya berziarah ke makam untuk mendoakan leluhur, namun senyatanya banyak orang yang datang ke Makam Roro Kembang Sore dengan tujuan mencari pesugihan. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana Makna Sosial Ritual Pesugihan bagi Peziarah Makam Roro Kembang Sore Gunung Bolo Tulungagung. Ritual itu menjadi pertimbangan yang cukup matang bagi pengunjung, sehingga mengambil tindakan untuk melakukan ritual di Makam Roro Kembang Sore. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Herbert Blumer pada self indication yang menyatakan bahwa pengunjung telah mengetahi tentang ritual di  Makam Roro Kembang Sore, memberikan nilai terhadap ritual yang ada, dan memberikan makna terhadap ritual yang dilaksanakan, sehingga dari semua pertimbangan pengunjung memutuskan untuk bertindak sesuai dengan makna tersebut. Penelitian ini difokuskan pada Makna Sosial Ritual bagi Peziarah Makam Roro Kembang Sore Gunung Bolo Tulungagung.Penelitian ini dilakukan di Bukit Bolo, Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive .Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dengan enam  informan pelaku ritual pesugihan di Makam roro Kembang Sore, dengan seorang juru kunci yang membukakan pintu makam ketika ada pengunjung yang akan melakukan ritual.Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat menunjukan bahwa para pengunjung memaknai ritual sebagai jalan penghubung, sebagai permohonan didepan sesaji, sebagai sebuah permintaan, sebagai ziarah, doa dan sesaji, dan juga dimaknai sebagai penyampaian keinginan didepan sesaji.

Keyword :

ritual, pesugihan, interaksionisme simbolik,


References :

  1. Moleong, Lexy J, (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. 1 : Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
  2. Ritzer, George, dan Douglas Goodman, (2008). Teori Sosiologi Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern. 1 : Yogyakarta: Kreasi Wacana
  3. Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan RD. 1 : Bandung : Alfabeta.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-06
  1. Pengaruh bargaining position dalam keluarga terhadap pola pengambilan keputusan ber-kb vasektomi (studi eksplanatif tentang pola pengambilan keputusan pria sebagai kb metode vasektomi)
  2. Tindakan sosial orang tua pada anak penderita kanker darah (studi kualitatif orientasi kesehatan untuk memperoleh penyembuhan oleh orang tua pada anak penderita kanker darah di rsu dr.soetomo)
  3. Jaringan sosial prostitusi di kawasan tretes pasuruan
  4. Perilaku merokok remaja pasca paparan slogan dan gambar peringatan bahaya merokok
  5. Dinamika konflik pengelolaan sampah (studi deskriptif konflik realistis pengelolaan sampah tpa benowo surabaya)
  6. Kontruksi sosial tato di kalangan musisi indie
  7. Pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x” (studi tentang pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x”)
  8. Mekanisme survival keluarga nelayan (studi terhadap nelayan di kelurahan kenjeran ,kecamatan bulak , kota surabaya)
  9. Konstruksi sosial sepak bola perempuan (studi deskriptif pemain sepak bola perempuan di surabaya)
  10. Perilaku kesehatan ibu rumah tangga penderita prakanker serviks (studi deskriptif tentang tindakan pengobatan penderita prakanker serviks di wilayah bantaran sungai jagir, surabaya)
  11. Konsumerisme pasar virtual di kalangan pelajar surabaya (studi tentang perilaku konsumsi kalangan pelajar sma komplek surabaya di pasar virtual)
  12. Konstruksi sosial pekerjaan outsourcing di kalangan buruh pertambangan di bontang
  13. Implementasi program corporate social responsibility pt semen indonesia persero tbk (studi deskriptif mengenai program kemitraan pt semen indonesia persero tbk dalam meningkatkan kemandirian ekonomimasyarakat ring i kecamatan kerek)
  14. Sosialisasi kejahatan pada anak yang berkonflik dengan hukum (abh) dalam lembaga pembinaan khusus anak (lpka) kelas i a blitar
  15. Dominasi perhutani dalam pengelolaan hutan (relasi kuasa antara perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan di rph gunung tukul)
  16. Makna sosial ritual pesugihan bagi peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung (studi deskriptif mengenai makna sosial ritual pesugihan bagi para peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung)
  17. Konstruksi sosial khitan perempuan bagi masyarakat madura di surabaya (studi deskriptif pada masyarakat madura di kecamatan semampir, surabaya)
  18. Mekanisme survival karyawan kontrak perhotelan di kota surabaya
  19. Stigma sebagai suatu ketidakadilan pada mantan narapidana perempuan di masyarakat surabaya
  20. Konstruksi sosial masyarakat nelayan lamongan terhadap larangan penggunaan alat tangkap pukat
  21. Semanggi sebagai identitas kolektif masyarakat kota surabaya
  22. Perilaku konsumtifmahasiswadi perkotaan dalam penggunaan produk perawatan wajahdi klinik kecantikan
  23. Pola asuh keluarga bercerai dalam membentuk perilaku anak
  24. Pemaknaan sapi sonok bagi masyarakat madura
  25. Konstruksi sosial hukum adat pernikahan masyarakat batak (studi pada masyarakat batak di surabaya )
  26. Konstruksi sosial kesenian dongkrek (studi deskriptif dalam paguyuban dongkrek krido sakti desa mejayan kabupaten madiun)
  27. Akses dan peluang disabilitas terhadap pekerjaan di sektor industri rumah tangga
  28. Pengobatan bekam (study deskriptiftindakan sosial masyarakat surabayadalam memilih bekam sebagai sarana pengobatan)
  29. Reproduksi kekerasan dalam relasi antara mahasiswa senior dan mahasiswa junior (studi deskriptif pada pelaksanaan orientasi pengenalan kampus mahasiswa fisip universitas airlangga)
  30. Makna sertifikasi bagi guru