Catalog :




Detail Article

Komunitas

ISSN 2303-1166

Vol. 7 / No. 3 / Published : 2018-01

TOC : 20, and page :448 - 469

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Multikulturalisme masyarakat perkotaan (studi tentang integrasi sosial antar etnis di kelurahan nyamplungan, kecamatan pabean cantikan, kota surabaya)

Author :

  1. Nur Syamsiyah *1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Studi ini memperlihatkan realitas sosial dalam hubungan sosial antar etnis di Kelurahan Nyamplungan dalam membangun dan menjaga integrasi sosial. Adapun subyek penelitian ini adalah masyarakat yang berasal dari etnis Jawa, Madura, Arab, dan Tionghoa. Dalam konteks masyarakat majemuk, kesadaran multikultural menjadi salah satu unsur yang cukup penting dalam upaya mewujudkan integrasi sosial masyarakat. Konsep multikulturalisme dalam dekade terakhir menjadi cukup populer dan sering disebut-sebut sebagai wacana, baik dalam bentuk pembicaraan lisan maupun naskah tertulis, khususnya di kalangan akademik maupun publik secara luas karena berkaitan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Adapun teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Bikhu Parekh tentang multikulturalisme kontemporer, serta teori Jan Naderveen Pieterse tentang hibridasi hultural sebagai pendukung pembahasan mengenai integrasi sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kelurahan Nyamplungan sudah memiliki kesadaran multikultural yang dapat dilihat dari adanya penerimaan dan pengakuan terhadap seluruh komunitas budaya yang ada, dalam hal ini adalah budaya dari empat etnis yang telah disebutkan. Selain itu, ada enam indikator yang terdapat dalam situasi sosial masyarakat di Kelurahan Nyamplungan yang dapat dijadikan prasyarat terwujudnya integrasi sosial, antara lain: 1) tidak mempermasalahkan adanya perbedaan-perbedaan, 2) adanya kemauan untuk memberikan toleransi, 3) munculnya hibridasi budaya dan identitas bersama, 4) adanya kesediaan untuk bekerja sama, 5) adanya kemauan untuk bermusyawarah, 6) berkembangnya solidaritas sosial.

Keyword :

Masyarakat Multikultural, Multikulturalisme, Kesadaran Multikultural, Integrasi Sosial,


References :

  1. Hadyanto, E. D. , (2011). Tantangan Bagi Multikulturalisme Kontemporer; Sebuah Studi Atas Pemikiran Bikhu Parekh. . 1 : Depok: Universitas Indonesia.
  2. Johnson, D. P. , (1990). Teori Sosiologi Klasik dan Modern. . 1 : Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 7 / No. : 3 / Pub. : 2018-01
  1. Makna perhiasan emas bagi kalangan wanita madura di kota surabaya
  2. Reproduksi kemiskinan (studi reproduksi kemiskinan pada komunitas miskin penghuni makam rangkah)
  3. Perubahan nilai dan relasi antar-generasi keluarga di perkotaan (studi pada keluarga yang memiliki lansia)
  4. Perkawinan campuran antara etnis tionghoa dan etnis jawa
  5. Pola perilaku berbelanja masyarakat desa di tengah-tegah pasar modern (studi kasus masyarakat desa gurah kecamatan gurah kabupaten kediri)
  6. Menjadi istri dan ibu di usia muda studi sosiologis tentang pengalaman anak perempuan yang menikah pada usia muda di kota surabaya
  7. Perempuan dalam bisnis media massa (studi pada perempuan di televisi swasta lokal surabaya dalam perspektif gender)
  8. Mekanisme survival pelaku migrasi commuter di jawa timur (studi pada pelaku migrasi commuter pengguna kereta api lokal dari mojokerto ke surabaya)
  9. Pola asuh orang tua pada anak usia dini yang menjadi pecandu game online (studi tentang kecenderungan anak usia dini dalam permainan game online disurabaya)
  10. “petak umpet” istri studi tentang relasi kuasa di manukan, kecamatan tandes, kota surabaya
  11. Kontruksi sosial futsal perempuan (studi pada pemain futsal pelajar perempuan di bojonegoro)
  12. Togel dalam budaya kemiskinan masyarakat studi deskriptif judi togel dalam tinjauan kebudayaan kemiskinan
  13. Relasi sosial antara kyai non politik dan kyai politik di komunitas religius pedesaan
  14. “perubahan perilaku keagamaan mahasiswa alumni pondok pesantren” (studi tentang terjadinya perubahan perilaku keagamaan mahasiswa alumni pondok pesantren modern di batu, malang)
  15. Konstruksi masyarakat desa terhadap paguyuban reog perempuan “sardulo nareshwari” di desa sawoo ponorogo
  16. Dominasi terhadap siswa dalam persiapan mengikuti olimpiade sains tingkat sma (studi kasus di sma negeri 5 surabaya)
  17. Dinasti politik (reproduksi kekuasaan dalam dinasti bani husain di desa sera tengah)
  18. “cyberbullying di kalangan remaja urban” (studi tentang tindakan pelaku cyberbullying di kalangan remaja urban)
  19. Persepsi ibu-ibu anggota pengajian muslimat nu terhadap serial bollywood mahabharata di mnctv
  20. Multikulturalisme masyarakat perkotaan (studi tentang integrasi sosial antar etnis di kelurahan nyamplungan, kecamatan pabean cantikan, kota surabaya)
  21. Motif tindakan mahasiswa dalam gerakan mahasiswa mengajar
  22. Penyesuaian diri odha (orang dengan hiv/aids) di kota surabaya
  23. Konstruksi sosial anggota gerakan umat islam bersatu (guib) wilayah surabaya terhadap aksi damai 212 di jakarta (sebuah fenomena religiusitas, solidaritas, kesadaran bersama)
  24. Makna olahraga calisthenics sebagai gaya hidup masyarakat urban muda (studi tentang konstruksi sosial olahraga calisthenics di kota surabaya)
  25. “sistem tanggung renteng dalam jalin matra penanggulangan kerentanan kemiskinan ” (studi deskriptif bumdesa katerban kecamatan baron kabupaten nganjuk)
  26. Penertiban satpol pp pada pedagang kaki lima (analisis kritis menurut teori johan galtung dalam konteks masyarakat menur surabaya)
  27. Gaya hidup mahasiswa bidikmisi di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas airlangga
  28. Praktek dominasi kuasa dalam paguyuban duta wisata (studi resistensi anggota terhadap tradisi dalam paguyuban cak yuk di gresik)
  29. Makna jilbab sebagai simbol keislaman (studi tentang perubahan perilaku mahasiswa universitas negeri surabaya setelah menggunakan jilbab)
  30. Konflik berkepanjangan ( protracted conflict) dalam lahan plasma antara masyarakat lokal dengan pt. jabontara eka karsa di batu putih kabupaten berau provinsi kalimantan timur
  31. Kamuflase pelaku kejahatan begal kota surabaya