UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

Komunitas

ISSN 2303-1166

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-06

Order : 22, and page :1 - 15

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Perilaku konsumtifmahasiswadi perkotaan dalam penggunaan produk perawatan wajahdi klinik kecantikan

Author :

  1. Elsa Monica*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Perempuan memiliki kepedulian yang tinggi dalam menjaga penampilan fisik di era modern ini. Fenomena melakukan perawatan wajah kini banyak dilakukan seiring menjamurnya klinik kecantikan di kota-kota besar. Mahasiswa sebagai kaum muda saat ini tidak lepas dari perilaku konsumtif pada produk perawatan wajah yang dijual di klinik kecantikan untuk menunjang penampilan mereka. Diawali dengan banyaknya peredaran produk perawatan wajah atau krim wajah yang dijual di klinik kecantikan. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang perilaku konsumtif mahasiswa di perkotaan pada produk perawatan wajah di klinik kecantikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara secara mendalam dan observasi lapangan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori konsumsi James P. Baudrillard dan teori Looking Glass Self Charles H. Cooley. Kemudian teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah lima orang mahasiswa yang telah lebih dari satu tahun mengonsumsi produk perawatan wajah secara aktif di klinik kecantikan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah menjamurnya klinik kecantikan di Kota Surabaya merupakan bentuk simulakra. Sementara itu, klinik kecantikan melakukan promosi secara masif melalui media cetak, elektronik, sosial media untuk menawarkan produk perawatan wajah serta keunggulan klinik kecantikan itu sendiri merupakan simulasi. Hiperrealitas yang terjadi pada mahasiswa adalah efek ketergantungan dalam mengonsumsi produk perawatan wajah sehingga perilaku konsumtif tidak dapat dihindari. Perawatan wajah yang umumnya sebagai kebutuhan sekunder bagi mahasiswa kemudian menjadi kebutuhan utama.

Keyword :

mahasiswa, produk perawatan wajah, klinik kecantikan, perilaku konsumtif,


References :

Douglas, Kellner,(2010) Budaya media/identitas/politik antara modern dan postmodern 1 : Yogyakarta : Jalasutra

Suyanto, Bagong,(2013) Sosiologi Ekonomi Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Post-Modernisme 1 : Jakarta: Kencana

Ritzer, George,(2014) Teori Sosiologi Modern 7 : Jakarta: Kencana





Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-06
  1. Pengaruh Bargaining Position Dalam Keluarga Terhadap Pola Pengambilan Keputusan Ber-kb Vasektomi (studi Eksplanatif Tentang Pola Pengambilan Keputusan Pria Sebagai Kb Metode Vasektomi)
  2. Tindakan Sosial Orang Tua Pada Anak Penderita Kanker Darah (studi Kualitatif Orientasi Kesehatan Untuk Memperoleh Penyembuhan Oleh Orang Tua Pada Anak Penderita Kanker Darah Di Rsu Dr.soetomo)
  3. Jaringan Sosial Prostitusi Di Kawasan Tretes Pasuruan
  4. Perilaku Merokok Remaja Pasca Paparan Slogan Dan Gambar Peringatan Bahaya Merokok
  5. Dinamika Konflik Pengelolaan Sampah (studi Deskriptif Konflik Realistis Pengelolaan Sampah Tpa Benowo Surabaya)
  6. Kontruksi Sosial Tato Di Kalangan Musisi Indie
  7. Pola Perilaku Berpacaran Di Kalangan Alumni Pesantren Modern “x” (studi Tentang Pola Perilaku Berpacaran Di Kalangan Alumni Pesantren Modern “x”)
  8. Mekanisme Survival Keluarga Nelayan (studi Terhadap Nelayan Di Kelurahan Kenjeran ,kecamatan Bulak , Kota Surabaya)
  9. Konstruksi Sosial Sepak Bola Perempuan (studi Deskriptif Pemain Sepak Bola Perempuan Di Surabaya)
  10. Perilaku Kesehatan Ibu Rumah Tangga Penderita Prakanker Serviks (studi Deskriptif Tentang Tindakan Pengobatan Penderita Prakanker Serviks Di Wilayah Bantaran Sungai Jagir, Surabaya)
  11. Konsumerisme Pasar Virtual Di Kalangan Pelajar Surabaya (studi Tentang Perilaku Konsumsi Kalangan Pelajar Sma Komplek Surabaya Di Pasar Virtual)
  12. Konstruksi Sosial Pekerjaan Outsourcing Di Kalangan Buruh Pertambangan Di Bontang
  13. Implementasi Program Corporate Social Responsibility Pt Semen Indonesia Persero Tbk (studi Deskriptif Mengenai Program Kemitraan Pt Semen Indonesia Persero Tbk Dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomimasyarakat Ring I Kecamatan Kerek)
  14. Sosialisasi Kejahatan Pada Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum (abh) Dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (lpka) Kelas I A Blitar
  15. Dominasi Perhutani Dalam Pengelolaan Hutan (relasi Kuasa Antara Perhutani Dan Masyarakat Desa Sekitar Hutan Di Rph Gunung Tukul)
  16. Makna Sosial Ritual Pesugihan Bagi Peziarah Makam Roro Kembang Sore Gunung Bolo Tulungagung (studi Deskriptif Mengenai Makna Sosial Ritual Pesugihan Bagi Para Peziarah Makam Roro Kembang Sore Gunung Bolo Tulungagung)
  17. Konstruksi Sosial Khitan Perempuan Bagi Masyarakat Madura Di Surabaya (studi Deskriptif Pada Masyarakat Madura Di Kecamatan Semampir, Surabaya)
  18. Mekanisme Survival Karyawan Kontrak Perhotelan Di Kota Surabaya
  19. Stigma Sebagai Suatu Ketidakadilan Pada Mantan Narapidana Perempuan Di Masyarakat Surabaya
  20. Konstruksi Sosial Masyarakat Nelayan Lamongan Terhadap Larangan Penggunaan Alat Tangkap Pukat
  21. Semanggi Sebagai Identitas Kolektif Masyarakat Kota Surabaya
  22. Perilaku Konsumtifmahasiswadi Perkotaan Dalam Penggunaan Produk Perawatan Wajahdi Klinik Kecantikan
  23. Pola Asuh Keluarga Bercerai Dalam Membentuk Perilaku Anak
  24. Pemaknaan Sapi Sonok Bagi Masyarakat Madura
  25. Konstruksi Sosial Hukum Adat Pernikahan Masyarakat Batak (studi Pada Masyarakat Batak Di Surabaya )
  26. Konstruksi Sosial Kesenian Dongkrek (studi Deskriptif Dalam Paguyuban Dongkrek Krido Sakti Desa Mejayan Kabupaten Madiun)
  27. Akses Dan Peluang Disabilitas Terhadap Pekerjaan Di Sektor Industri Rumah Tangga
  28. Pengobatan Bekam (study Deskriptiftindakan Sosial Masyarakat Surabayadalam Memilih Bekam Sebagai Sarana Pengobatan)
  29. Reproduksi Kekerasan Dalam Relasi Antara Mahasiswa Senior Dan Mahasiswa Junior (studi Deskriptif Pada Pelaksanaan Orientasi Pengenalan Kampus Mahasiswa Fisip Universitas Airlangga)
  30. Makna Sertifikasi Bagi Guru