Catalog :




Detail Article

Komunitas

ISSN 2303-1166

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-06

TOC : 23, and page :1 - 15

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pola asuh keluarga bercerai dalam membentuk perilaku anak

Author :

  1. Febby Rahmawati*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Fenomena tingginya angka   perceraian di Surabaya menarik untuk di teliti. Penulis ingin mendalami pola asuh keluarga bercerai yang masih menjalin hubungan baik dan keluarga bercerai yang hilang yang tidak menjalin hubungan baik. Ada beberapa pola pengasuhan anak yang dapat digunakan orangtua sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap anak. Dengan menggunakan kerangka teori Herbert Blummer tentang Interaksionism simbolik, peneliti ingin mencoba mengetahui dan menggambarkan pola asuh keluarga bercerai dalam membentuk perilaku anak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data dalam bentuk wawancara mendalam guna memperoleh informasi yang jelas mengenai fokus permasalahan. Dari hasil penelitian terhadap 9 informan, dalam  pola asuh keluarga bercerai terdapat 3 tipe pola asuh orangtua. Demokratis, Liberal, dan Uninvolved. Komunikasi dan pola asuh orang tua yang dapat berinteraksi dengan anaknya menggunakan cara pola asuh demokratis yang mana memberikan kebebasan terhadap anak namun dengan  adanya pengawasan, cenderung lebih dapat memberikan pola asuh yang baik, hal tersebut dapat terlihat dari proses pemilihan  pendidikan  yang  masih di sarankan orangtua, tanpa disadari bahwa itu merupakan control dari orangtua terhadap anak. Pola asuh liberal, di dalam  pola asuh ini, orangtua memberikan kebebasan kepada anaknya, baik secara komunikasi maupun secara pengambilan  keputusan. Selain pola asuh demokrasi dan liberal, terdapat pola asuh tidak terlibat (uninvolved) di mana orangtua sama sekali tidak terlibat dalam  pola asuh di dalam keluarga. Dapat disimpulkan bahwa orangtua dengan pola asuh tidak terlibat kurang mengetahui perkembangan anak di dalam keluarga dikarenakan orangtua sibuk bekerja atau tinggal serumah.

Keyword :

Keluarga Bercerai, pola asuh, interaksionism simbolik,


References :

  1. Silalahi, Karlinawati, (2010). Keluarga Indonesia: Aspek dan Dinamika zaman. 1 : PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
  2. Moloeng,Lexy J, (2000). Metodologi Penelitian. 1 : Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
  3. Gunawa, Ary H, (2000). Sosiologi Pendidikan. 1 : jakarta: rineka cipta


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-06
  1. Pengaruh bargaining position dalam keluarga terhadap pola pengambilan keputusan ber-kb vasektomi (studi eksplanatif tentang pola pengambilan keputusan pria sebagai kb metode vasektomi)
  2. Tindakan sosial orang tua pada anak penderita kanker darah (studi kualitatif orientasi kesehatan untuk memperoleh penyembuhan oleh orang tua pada anak penderita kanker darah di rsu dr.soetomo)
  3. Jaringan sosial prostitusi di kawasan tretes pasuruan
  4. Perilaku merokok remaja pasca paparan slogan dan gambar peringatan bahaya merokok
  5. Dinamika konflik pengelolaan sampah (studi deskriptif konflik realistis pengelolaan sampah tpa benowo surabaya)
  6. Kontruksi sosial tato di kalangan musisi indie
  7. Pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x” (studi tentang pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x”)
  8. Mekanisme survival keluarga nelayan (studi terhadap nelayan di kelurahan kenjeran ,kecamatan bulak , kota surabaya)
  9. Konstruksi sosial sepak bola perempuan (studi deskriptif pemain sepak bola perempuan di surabaya)
  10. Perilaku kesehatan ibu rumah tangga penderita prakanker serviks (studi deskriptif tentang tindakan pengobatan penderita prakanker serviks di wilayah bantaran sungai jagir, surabaya)
  11. Konsumerisme pasar virtual di kalangan pelajar surabaya (studi tentang perilaku konsumsi kalangan pelajar sma komplek surabaya di pasar virtual)
  12. Konstruksi sosial pekerjaan outsourcing di kalangan buruh pertambangan di bontang
  13. Implementasi program corporate social responsibility pt semen indonesia persero tbk (studi deskriptif mengenai program kemitraan pt semen indonesia persero tbk dalam meningkatkan kemandirian ekonomimasyarakat ring i kecamatan kerek)
  14. Sosialisasi kejahatan pada anak yang berkonflik dengan hukum (abh) dalam lembaga pembinaan khusus anak (lpka) kelas i a blitar
  15. Dominasi perhutani dalam pengelolaan hutan (relasi kuasa antara perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan di rph gunung tukul)
  16. Makna sosial ritual pesugihan bagi peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung (studi deskriptif mengenai makna sosial ritual pesugihan bagi para peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung)
  17. Konstruksi sosial khitan perempuan bagi masyarakat madura di surabaya (studi deskriptif pada masyarakat madura di kecamatan semampir, surabaya)
  18. Mekanisme survival karyawan kontrak perhotelan di kota surabaya
  19. Stigma sebagai suatu ketidakadilan pada mantan narapidana perempuan di masyarakat surabaya
  20. Konstruksi sosial masyarakat nelayan lamongan terhadap larangan penggunaan alat tangkap pukat
  21. Semanggi sebagai identitas kolektif masyarakat kota surabaya
  22. Perilaku konsumtifmahasiswadi perkotaan dalam penggunaan produk perawatan wajahdi klinik kecantikan
  23. Pola asuh keluarga bercerai dalam membentuk perilaku anak
  24. Pemaknaan sapi sonok bagi masyarakat madura
  25. Konstruksi sosial hukum adat pernikahan masyarakat batak (studi pada masyarakat batak di surabaya )
  26. Konstruksi sosial kesenian dongkrek (studi deskriptif dalam paguyuban dongkrek krido sakti desa mejayan kabupaten madiun)
  27. Akses dan peluang disabilitas terhadap pekerjaan di sektor industri rumah tangga
  28. Pengobatan bekam (study deskriptiftindakan sosial masyarakat surabayadalam memilih bekam sebagai sarana pengobatan)
  29. Reproduksi kekerasan dalam relasi antara mahasiswa senior dan mahasiswa junior (studi deskriptif pada pelaksanaan orientasi pengenalan kampus mahasiswa fisip universitas airlangga)
  30. Makna sertifikasi bagi guru