Catalog :




Detail Article

Komunitas

ISSN 2303-1166

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-06

TOC : 14, and page :1 - 15

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Sosialisasi kejahatan pada anak yang berkonflik dengan hukum (abh) dalam lembaga pembinaan khusus anak (lpka) kelas i a blitar

Author :

  1. ARI ZULAICHA*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) merupakan satu bentuk kenakalan remaja sampai pada tindak pidana. Perilaku kriminal pada ABH dapat dilihat sebagai suatu rangkaian proses belajar. Munculnya perilaku kriminal pada ABH sebagai bentuk akibat pengaruh kelompok sebaya atau sub kultur di sekitarnya. Begitu pula, ketika ABH berada dalam LPKA tidak menutup kemungkinan terjadi proses belajar kejahatan dalam lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana sosialisasi kejahatan pada anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dalam LPKA Blitar. Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam.Pengambilan informan menggunakanpurposive samplingataudenganmenentukankarateristikterlebihdahulu. Analisis data dilakukan dengan teori Asosiasi Diferensial Edwin H. Sutherland, dimana kejahatan merupakan suatu proses yang dipelajari dan bukan diwariskansecarabiologis (hereditas). Melalui analisis data diperoleh hasil bahwa ABH mempelajari kejahatan melalui interaksi yang intens bersama kelompok sebaya atau subkultur kriminal baik sebelum dan sesudah dalam LPKA. Melalui interaksi dengan sub kultur kriminal ABH mempelajari berbagai nilai-nilai kriminal dan kemudian mendorong mereka untuk melakukan perilaku kriminal seperti: pemabuk, pemakai narkoba hingga pengedar narkoba. Adapun motif atau dorongan berperilaku kriminal tersebut antara lain karena faktor keuangan, identifikasi diri terhadap kelompok serta pelarian atas konflik batin dari dirinya. Dari proses sosialisasi kejahatan sebelum dan sesudah dalam LPKA terjadi kecenderungan penguatan perilaku kriminal pada beberapaABH, terutama penyalahgunaan narkoba.

Keyword :

ABH, sub kultur kriminal, interaksi, perilaku kriminal,


References :

  1. Lilly, J. Robert, et.al, (2015). Teori Kriminologi Konteks dan Konsekuensi . 5 : Jakarta: Prenada Media Group
  2. Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan RD. 1 : Bandung : Alfabeta.
  3. Budirahayu, Tuti, (2014). BukuAjar: SosiologiPerilaku Menyimpang. 1 : Surabaya: Revka Petra Media.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-06
  1. Pengaruh bargaining position dalam keluarga terhadap pola pengambilan keputusan ber-kb vasektomi (studi eksplanatif tentang pola pengambilan keputusan pria sebagai kb metode vasektomi)
  2. Tindakan sosial orang tua pada anak penderita kanker darah (studi kualitatif orientasi kesehatan untuk memperoleh penyembuhan oleh orang tua pada anak penderita kanker darah di rsu dr.soetomo)
  3. Jaringan sosial prostitusi di kawasan tretes pasuruan
  4. Perilaku merokok remaja pasca paparan slogan dan gambar peringatan bahaya merokok
  5. Dinamika konflik pengelolaan sampah (studi deskriptif konflik realistis pengelolaan sampah tpa benowo surabaya)
  6. Kontruksi sosial tato di kalangan musisi indie
  7. Pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x” (studi tentang pola perilaku berpacaran di kalangan alumni pesantren modern “x”)
  8. Mekanisme survival keluarga nelayan (studi terhadap nelayan di kelurahan kenjeran ,kecamatan bulak , kota surabaya)
  9. Konstruksi sosial sepak bola perempuan (studi deskriptif pemain sepak bola perempuan di surabaya)
  10. Perilaku kesehatan ibu rumah tangga penderita prakanker serviks (studi deskriptif tentang tindakan pengobatan penderita prakanker serviks di wilayah bantaran sungai jagir, surabaya)
  11. Konsumerisme pasar virtual di kalangan pelajar surabaya (studi tentang perilaku konsumsi kalangan pelajar sma komplek surabaya di pasar virtual)
  12. Konstruksi sosial pekerjaan outsourcing di kalangan buruh pertambangan di bontang
  13. Implementasi program corporate social responsibility pt semen indonesia persero tbk (studi deskriptif mengenai program kemitraan pt semen indonesia persero tbk dalam meningkatkan kemandirian ekonomimasyarakat ring i kecamatan kerek)
  14. Sosialisasi kejahatan pada anak yang berkonflik dengan hukum (abh) dalam lembaga pembinaan khusus anak (lpka) kelas i a blitar
  15. Dominasi perhutani dalam pengelolaan hutan (relasi kuasa antara perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan di rph gunung tukul)
  16. Makna sosial ritual pesugihan bagi peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung (studi deskriptif mengenai makna sosial ritual pesugihan bagi para peziarah makam roro kembang sore gunung bolo tulungagung)
  17. Konstruksi sosial khitan perempuan bagi masyarakat madura di surabaya (studi deskriptif pada masyarakat madura di kecamatan semampir, surabaya)
  18. Mekanisme survival karyawan kontrak perhotelan di kota surabaya
  19. Stigma sebagai suatu ketidakadilan pada mantan narapidana perempuan di masyarakat surabaya
  20. Konstruksi sosial masyarakat nelayan lamongan terhadap larangan penggunaan alat tangkap pukat
  21. Semanggi sebagai identitas kolektif masyarakat kota surabaya
  22. Perilaku konsumtifmahasiswadi perkotaan dalam penggunaan produk perawatan wajahdi klinik kecantikan
  23. Pola asuh keluarga bercerai dalam membentuk perilaku anak
  24. Pemaknaan sapi sonok bagi masyarakat madura
  25. Konstruksi sosial hukum adat pernikahan masyarakat batak (studi pada masyarakat batak di surabaya )
  26. Konstruksi sosial kesenian dongkrek (studi deskriptif dalam paguyuban dongkrek krido sakti desa mejayan kabupaten madiun)
  27. Akses dan peluang disabilitas terhadap pekerjaan di sektor industri rumah tangga
  28. Pengobatan bekam (study deskriptiftindakan sosial masyarakat surabayadalam memilih bekam sebagai sarana pengobatan)
  29. Reproduksi kekerasan dalam relasi antara mahasiswa senior dan mahasiswa junior (studi deskriptif pada pelaksanaan orientasi pengenalan kampus mahasiswa fisip universitas airlangga)
  30. Makna sertifikasi bagi guru