Catalog :




Detail Article

Journal Of Marine And Coastal Science

ISSN 2301-6159

Vol. 1 / No. 3 / Published : 2012-09

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pengaruh fermentasi kotoran sapi dengan pemberian bakteri actinobacillus sp. sebagai sumber nutrisi terhadap pertumbuhan populasi dunaliella salina

Author :

  1. Prima Widya Widita*1
  2. Wahju Tjahjaningsih *2
  3. Setiawati Sigit*3
  1. Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR
  2. Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR
  3. Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR

Abstract :

  Dunaliella salina merupakan salah satu jenis pakan alami yang digunakan dalam usaha pembenihan ikan. Kestabilan produksi D. salina dapat ditunjang dengan pemenuhan unsur nutrien untuk pertumbuhan D. salina. Nutrien tersebut dapat berasal dari kotoran sapi yang merupakan salah satu limbah peternakan. Nutrien dalam kotoran sapi dapat ditingkatkan dengan proses fermentasi menggunakan fermentor bakteri Actinobacillus sp. kepadatan 3x108 sel/ml. Bakteri Actinobacillus sp. menghasilkan enzim yang dapat digunakan untuk mendregadasi laktosa, maltosa, cellobiosa, L-arabinosa, D-fruktosa, D-galaktosa,  D-glukosa dan D-mannosa sehingga dapat menghasilkan sumber karbon  untuk pertumbuhan bakteri. Selain itu pada proses fermentasi juga menghasilkan asam piruvat dan bergabung dengan NH2 membentuk asam amino non-esensial sebagai bahan untuk menghasilkan protein sel tunggal. Bakteri yang tumbuh tersebut apabila mati merupakan sumber nitrogen (protein sel tunggal) dan phospor yang diharapkan dapat meningkatkan kandungan N dan memperoleh rasio N:P yang lebih sesuai untuk pertumbuhan populasi D. salina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kotoran sapi yang difermentasi oleh bakteri Actinobacillus sp. kepadatan        3x108 sel/ml dan dosis terbaik untuk pertumbuhan  populasi D. salina. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Bahan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah D. salina yang dikultur pada botol kaca 500 ml. Bahan pupuk  yang digunakan adalah kotoran sapi 5 gram, bakteri Actinobacillus sp. kepadatan 3x108 sel/ml, tetes tebu 0,2 ml dan akuades. Dosis bakteri Actinobacillus sp. kepadatan 3x108 sel/ml yang digunakan adalah sebanyak 7,5%, 10% dan 12,5% dari 5 gram kotoran sapi atau sebesar 0,375 ml, 0,5 ml dan 0,625 ml. Periode lama fermentasi yang diberikan dalam penelitian yaitu 5 hari dan tanpa fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran sapi yang difermentasi oleh bakteri Actinobacillus sp. (kepadatan      3x108 sel/ml) dapat meningkatkan pertumbuhan populasi D. salina. Penambahan pupuk kotoran sapi yang difermentasi dengan 0,375 ml bakteri Actinobacillus sp. (kepadatan  3x108 sel/ml) dapat menghasilkan populasi D. salina tertinggi sebesar          1,325x106 sel/ml pada hari ketiga.  

Keyword :

Dunaliella salina, kotoran sapi, bakteri Actinobacillus sp,


References :

  1. R. Anggoroadi, (1995). Kemajuan Mutakhir Dalam Ilmu Makanan Ternak Unggas. Jakarta : U-I press
  2. N. Ariesma, (2010). Pengaruh Pemberian Bakteri Bacillus Pada Rumen Sebagai Pupuk Terhadap Pertumbuhan Dunaliella salina.. Surabaya : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga
  3. S. Chusniati ; D. Handijatno ; R. Kusdarwati ; Sudarno, (2008). Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Surabaya : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga
  4. D. Dwidjoseputro, (1998). Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan
  5. A. Isnansetyo , (1995). Ateknik Kultur Fitoplankton dan Zooplanton. Yogyakarta : Kanisius


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 1 / No. : 3 / Pub. : 2012-09
  1. Pengaruh konsentrasi kadmium (cd) terhadap persentase anakan jantan brachionus plicatilis
  2. Pengaruh fermentasi kotoran sapi dengan pemberian bakteri actinobacillus sp. sebagai sumber nutrisi terhadap pertumbuhan populasi dunaliella salina
  3. Kombinasi pupuk urea dan perasan eucheuma sp. terhadap populasi n. oculata.
  4. Teknik penangkapan ikan teri nasi (stolephorus sp.) dengan alat tangkap payang di perairan pamekasan jawa timur
  5. Aplikasi probiotik pada pemeliharaan larva kerapu tikus (cromileptes altivelis) di pt. tuban butir emas kecamatan jenu, kabupaten tuban, propinsi jawa timur
  6. Penentuan kualitas produk udang beku (frozen shrimp) ditinjau dari parameter mikrobiologi berdasarkan standar mutu ekspor ke beberapa negara di upt. lppmhp-surabaya.
  7. Kultur murni pakan alami nannochloropsis sp., nitzschia sp. dan isochrysis sp. di balai budidaya laut lombok nusa tenggara barat
  8. Manajemen pemberian pakan alami nannochloropsis oculata dan rotifera pada pemeliharaan larva ikan bandeng (chanos chanos forskal) di cv. dwi jaya buleleng – bali
  9. Pengaruh pemberian pupuk azolla pinnata terhadap kandungan klorofil pada spirulina platensis
  10. Pengaruh perbedaan salinitas pada induk artemia sp. terhadap jumlah nauplii