JURNAL EKONOMI DAN BISNIS AIRLANGGA
ISSN
Vol. 15 / No. 1 / Published : 2005-09
Related with : Scholar Yahoo! Bing
Original Article :
Price earning ratio analysis in stock price valuation on bearish and bullish market (empirical study at jakarta stock exchange economic crisis era)
Author :
- Rahmat Setiawan*1
Abstract :
Pendekatan price earnings ratio (PER) merupakan pendekatan yang lazim dalam analisis fundamental. Model penilaian harga saham yang acap digunakan dalam pendekatan PER adalah model regresi cross sectional. Dengan meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi PER, dapat dibentuk model regresi cross sectional yang dapat digunakan untuk mengestimasi PER yang wajar suatu saham. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji secara empiris apakah dividend pay out ratio (DPR), profit margin (PM), asset turnover (AT), leverage (LEV) dan tingkat risiko berpengaruh terhadap price earnings ratio (PER) pada kondisi pasar bearish dan bullish pada masa krisis ekonomi (2) mengkaji bagaimana model regresi cross sectional pada kondisi bearish dan bullish. Model analisis yang digunakan adalah regresi linier ganda secara cross section. Untuk mengkaji signifikansi pengaruh DPR, PM, AT, LEV dan tingkat risiko, digunakan uji t dan uji F. Hasil uji menyatakan bahwa: (1) Pada saat bearish (tahun 1998), hanya DPR yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap PER. (2) Pada saat bullish (tahun 1999), DPR dan PM yang secara parsial berpengaruh signifikan terhadap PER. (3) Secara bersama-sama, DPR, PM, AT, LEV dan tingkat risiko berpengaruh signifikan pada PER pada tahun 1998 dan 1999. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi PER pada saat kondisi pasar bearish berbeda dengan pada saat bullish. Pengaruh DPR pada PER pada saat bearish lebih besar dibanding dengan pada saat bullish. Hal itu disebabkan karena pada keadaan bearish investor tak terlalu berharap banyak untuk meraih capital gain, dan mereka lebih berorientasi pada dividen. Sementara itu, profit margin tak berpengaruh signifikan pada PER pada saat bearish, namun berpengaruh signifikan pada saat bullish. Pada kondisi pasar bearish, investor pesimis terhadap kemampuan perusahaan dalam meraih tingkat pertumbuhan laba di masa mendatang, sehingga menyebabkan profit margin tidak berpengaruh signifikan pada PER. Sebaliknya, pada kondisi pasar bullish, investor optimis terhadap kemampuan perusahaan, sehingga profit margin berpengaruh signifikan pada PER. Ada 2 model penilaian saham yang berupa model regresi cross sectional yang dihasilkan oleh penelitian ini, yaitu: Model I yang menggunakan data tahun 1998 (saat bearish). Sementara model II dibangun dengan data tahun 1999 (pada saat bullish). Model I ternyata berbeda dengan model II, dalam hal banyaknya variabel bebas yang signifikan dan R2–nya. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan kondisi pasar modal dan keadaan perekonomian Indonesia pada tahun 1998 dengan pada tahun 1999. Model I tepat untuk digunakan dalam penilaian harga saham pada saat bearish, sedangkan model II tepat digunakan pada saat bullish.
Keyword :
model regresi cross sectional, price earnings ratio, bearish, bullish,
References :
Archive Article
| Cover Media | Content |
|---|---|
![]() Volume : / No. : / Pub. : |
|


