Catalog :




Detail Article

Majalah Obstetri & Ginekologi

ISSN 0854-0381

Vol. 21 / No. 3 / Published : 2013-09

TOC : 6, and page :115 - 120

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Efektivitas terapi rat bone marrow stem cell pada tikus model sindroma ovarium poli kistik terhadap folikulogenesis dan ekspresi transforming growth factor-b

Author :

  1. Budi Santoso*1
  2. Agus Sulistyono*2
  3. Widjiati*3
  1. Dosen Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran
  3. Dosen Fakultas Kedokteran Hewan

Abstract :

Sindroma Ovarium Poli Kistik (SOPK) merupakan kelainan endokrin pada wanita usia reproduksi, yang merupakan suatu masalahheterogen dengan gejala sangat kompleks. Saat ini terdapat minat terhadap stem cell potensi yang sangat menjanjikan untuk terapiberbagai penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengobati PCOS menggunakan sel induk untuk meningkatkanfolikulogenesis untuk meningkatkan kesuburan. Ini studi eksperimental laboratorium menggunakan tikus disuntik dengan testosteronpropionat dari 100 mg/kg BB selama 14 hari. Pada hari 15 vaginal swab dilakukan untuk menentukan siklus estrus. Tikus-tikusdiberi dengan injeksi intravena melalui ekor dengan dosis tunggal 1x106 Rat Bone Marrow Stem Cell sebagai terapi. Keesokanharinya, tikus dikorbankan dan ovarium diambil untuk memeriksa siklus estrus dan folikulogenesis menggunakan HaematoxyinEosin pewarnaan. Pemeriksaan Transformasi Growth Factor (TGF-b) ekspresi dilakukan dengan menggunakan imunohistokimia.Estrus siklus tikus PCOS setelah disuntik dengan terapi RBMSC bisa kembali ke kondisi subur karena banyak dari tikus yangdiperoleh fase estrus dan pro-estrus. Dalam kontrol dan kelompok perlakuan, folikel primer 1,93 ± 1.03 vs 2.80 ± 1.01; folikelsekunder 1.80 ± 1.45 vs 2.87 ± 1.59, dan folikel tersier adalah 0.93 ± 0.59 vs 3.40 ± 1.84. Jumlah folikel de Graff meningkat 0,07 ±0,02 di kelompok kontrol vs 1,07 ± 0,07 pada kelompok perlakuan. Seluruh tahapan folikulogenesis secara signifikan berbeda.Ekspresi TGF-b juga meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (1,4 di kelompok kontrol vs 2,4 padakelompok perlakuan, p = 0,0026), menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kesimpulannya, penyediaan RBMSC ke tikus PCOSdapat meningkatkan kesuburan, folikulogenesis dan peningkatan ekspresi TGF-b.(MOG 2013;21:115-120)

Keyword :

tikus SOPK, stem cell, terapi RBMSC, folikulogenesis, siklus estrus,


References :

  1. Sheehan MT, (2004). Polycystic Ovarian Sindrome: Diagnosis and management. - : Clinical Medecine and Research
  2. Saputra V, (2006). Dasar-dasar Stem Cell dan potensi aplikasinya dalam ilmu kedokteran. - : Cermin dunia kedokteran


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 21 / No. : 3 / Pub. : 2013-09
  1. Comparison of the number and size of the dominant follicles with estradiol levels on pcos with naltrexone and clomiphene citrate therapy
  2. Comparison of homa-ir, uterine and spiral artery resistance and endometrium in pcos patient with clomiphen citrate and naltrexone treatment
  3. Comparison of current events ovulation 12 hours and 36 hours after hcg administration in intra uterine insemination
  4. Post void residual reduction by administering misoprostol during post caesarean section
  5. Perbandingan kadar brain derived neurotrophic factor (bdnf) serum darah tali pusat bayi baru lahir antara ibu hamil yang mendapat dha dengan kombinasi dha dan 11-14 karya mozart selama hamil
  6. Efektivitas terapi rat bone marrow stem cell pada tikus model sindroma ovarium poli kistik terhadap folikulogenesis dan ekspresi transforming growth factor-b
  7. Igf-1 levels related to incidence of macrosomia