Catalog :




Detail Article

Majalah Obstetri & Ginekologi

ISSN 0854-0381

Vol. 22 / No. 2 / Published : 2014-05

TOC : 7, and page :94 - 100

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pengaruh genistein terhadap penurunan kadar vascular endothelial growth factor-a pada kultur sel endometriosis

Author :

  1. Jehanara*1
  2. Sutrisno*2
  3. Santoso S*3
  1. Program Studi Magister Kebidanan
  2. Divisi Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi, Departemen Obstetri dan Ginekologi
  3. Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar, Malang

Abstract :

Terapi genistein dikembangkan karena bersifat anti-estrogenik, berfungsi sebagai antioksidan, inhibitor proliferasi, dan anti-kanker.Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh genistein berbagai dosis dan waktu inkubasi terhadap penurunan kadarVascular Endothelial Growth Factor-A (VEGF-A) pada kultur sel endometriosis. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yangdilakukan dilaboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dengan menggunakan kultur selendometriosis. Sampel berasal dari dinding kista endometriosis dari tindakan laparoskopi. Kultur dibagi 7 kelompok, yaitukelompok tanpa perlakuan dan 6 kelompok yang masing-masing ditambahkan genistein dosis 5 μm/L, 10 μm/L, 20 μm/L, 30 μm/L, 40μm/L, dan 50 μm/L. Setelah di inkubasi 6, 24, dan 48 jam, supernatannya dilakukanpemeriksaan kadar VEGF-A dengan teknikELISA. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji ANOVA, uji Tukey, dan uji korelasi. Perbandingan kadar VEGF-A antarakelompok kontrol tidak berbeda signifikan dengan kelompok genistein 5 μM/L dan 10 μM/L pada jam ke-6, tetapi dalam kelompokdosis yang sama berbeda signifikan pada jam ke-24 dan 48. Rerata kadar VEGF-A terendah terdapat pada kelompok genistein 50μM/L inkubasi 48 jam (97.44 ± 3.42 pg/ml), tetapi tidak berbeda signifikan dengan 40 μM/L Peningkatan dosis Genistein pada jamke-6, 24, dan 48 akan menurunkan kadar VEGF-A pada kultur sel endometriosis (p<0,05). Simpulan, genistein berbagai dosis danwaktu inkubasi dapat menurunkan kadar VEGF-A. Semakin tinggi dosis genistein dan semakin lama inkubasi kadar VEGF-A padakultur sel endometriosis cenderung menurun. (MOG 2014;22:94-100)

Keyword :

Kultur sel endometriosis, genistein, VEGF-A, -, -,


References :

  1. Hsu HL, Khachikyan IK, Stratton P, (2010). Invasive and Noninvasive Methods for the Diagnosis of Endometriosis. 53(2):413-9 : Clinical Obstetrics and Gynecology
  2. Giudice LC, (2010). Endometriosis. 362(25):2389-98 : Nengl J Med
  3. Taylor RN, Yu J, Torres PB, Schickedanz AC, Park JK., Mueller MD, Sidell N, (2009). Mechanistic and Therapeutic Implications of Angiogenesis in Endometriosis. 16(2):140-6 : Reprod Sci


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 22 / No. : 2 / Pub. : 2014-05
  1. Suplementasi kurkumin untuk perbaikan maturasi oosit dan hasil fertilisasi in vitro pada mencit model endometriosis
  2. Penurunan kadar tnf-α dan il-6 pada kultur sel endometriosis melalui pemberian genistein
  3. Transplantasi bone marrow stem cell memperbaiki maturasi oosit pada tikus model insufisiensi ovarium memakai cisplatin
  4. Genistein meningkatkan kadar bcl-2 associated x protein (bax) pada kultur sel endometriosis
  5. Genistein menurunkan kadar matriks metalloproteinase-2 (mmp-2) pada kultur sel endometriosis
  6. Pengaruh genistein terhadap ekspresi reseptor estrogen α & β pada kultur sel endometriosis
  7. Pengaruh genistein terhadap penurunan kadar vascular endothelial growth factor-a pada kultur sel endometriosis