Catalog :




Detail Article

Majalah Obstetri & Ginekologi

ISSN 0854-0381

Vol. 22 / No. 3 / Published : 2014-09

TOC : 1, and page :101 - 106

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Perbandingan luaran dan komplikasi operasi histerektomi radikal perlaparoskopi dengan histerektomi radikal perlaparotomi pada karsinoma serviks uteri stadium awal

Author :

  1. Yudi Mulyana Hidayat*1
  2. Sofie Rifayani Krisnadi*2
  3. Supriadi Gandamihardja*3
  1. Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Padjadjaran, RSUD Dr. Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia
  2. Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Padjadjaran, RSUD Dr. Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia
  3. Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Padjadjaran, RSUD Dr. Hasan Sadikin, Bandung, Indonesia

Abstract :

Karsinoma serviks uteri merupakan kanker kedua terbanyak pada perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia, karsinoma serviksuteri merupakan keganasan ginekologi tersering dengan insidensi 25–40/100.000 pertahun. Perempuan muda penderita karsinomaserviks uteri stadium awal IA2–IIA terkadang harus kehilangan fungsi reproduksi mereka, sedangkan perempuan yang sudah cukupmempunyai anak dapat memilih radikal histerektomi. Penelitian ini dilakukan untuk membandingan luaran dan komplikasihisterektomi radikal per laparoskopi dan histerektomi radikal perlaparotomi. Metode yang digunakan adalah kontrol kasus, melaluiuji banding 23 kasus karsinoma serviks uteri dengan tindakan operasi radikal histerektomi perlaparoskopi dan 46 kasus karsinomaserviks uteri dengan tindakan histerektomi radikal perlaparotomi, selama periode 2012–2013 dari total 108 kasus. Data intra- danpascaoperasi melingkupi empat variabel yang bermakna (p=0,00) yakni; panjang insisi, jumlah perdarahan, mobilisasi dini, danlama perawatan dirumah sakit. Data komplikasi selama dan pascaoperasi menunjukkan adanya perbedaan variabel morbiditasinfeksi (terjadi infeksi sekunder “wound dehiscence”) pada bekas luka operasi. Data pemakaian obat dan alat habis pakaimenunjukkan empat variabel bermakna (p=0,00) yaitu; pemakaian antibiotika, analgetika, penggunaan kasa steril, dan benangbedah, dengan nilai yang lebih rendah pada pasien laparoskopi dibandingkan dengan pasien laparotomi. Pada penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa prosedur bedah histerektomi radikal perlaparoskopi memberikan luaran yang lebih baik serta komplikasi,penggunaan obat, transfusi darah, dan alat habis pakai yang lebih rendah daripada prosedur bedah histerektomi radikalperlaparotomi. Sementara itu, analisis perbandingan total biaya prosedur bedah histerektomi radikal perlaparoskopi danhisterektomi radikal perlaparotomi perlu diteliti lebih lanjut. (MOG 2014;22:101-106)

Keyword :

histerektomi radikal perlaparoskopi, histerektomi radikal perlaparotomi, karsinoma serviks uteri, -, -,


References :

  1. Arvas M, (2012). Early Stage Cervical Cancers. 353-9 : Gunes Publishing
  2. Aziz MF, (2009). Gynecological Cancer in Indonesia. 20:8-10 : Gynecological Oncology
  3. Martinez A, Ferron G, Querleu D, Ramirez PT, (2012). Technique for Abdominal Radical Hysterectomy. 602-5 : Gunes Publishing


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 22 / No. : 3 / Pub. : 2014-09
  1. Perbandingan luaran dan komplikasi operasi histerektomi radikal perlaparoskopi dengan histerektomi radikal perlaparotomi pada karsinoma serviks uteri stadium awal
  2. Efektivitas terapi rat bone marrow stem cell pada tikus (rattus novergicus) model sindroma ovarium poli kistik terhadap keberhasilan fertilisasi in vitro dan viabilitas embrio
  3. Pengaruh agonis gnrh terhadap rasio ekspresi bcl-2/bax, perkembangan folikel dan folikel atresia pada ovarium rattus norvegicus dengan pemberian sitostatika siklofosfamid
  4. Khasiat berbagai dosis suplementasi kurkumin pada progresivitas endometriosis di hewan coba mencit
  5. Kadar soluble human leukocyte antigen-g (shla-g), vascular endothelial growth factor (vegf) dan soluble fms-like tyrosine kinase-1 (sflt-1) pada preeklampsia
  6. Pengaruh ekstrak kulit batang cempedak (artocarpus champeden) terhadap parasitemia serta ekspresi nfkb cox-2 plasenta mencit bablb/c bunting model yang diinfeksikan plasmodium berghei
  7. Menuju kemajuan ilmu dan teknologi serta keterampilan obstetri dan ginekologi yang selaras dengan terjaganya etika profesi, guna menyongsong era pasar bebas. sebuah sumbangan pikiran