Catalog :




Detail Article

Pediomaternal Nursing Journal

ISSN 2355-1577

Vol. 3 / No. 1 / Published : 2014-10

TOC : 3, and page :16 - 25

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Hubungan pemenuhan asuh dengan status gizi lebih pada anak sekolah

Author :

  1. Liya Kurniawati*1
  2. Kristiawati*2
  3. Aria Aulia*3
  1. Mahasiswa Fakultas Keperawatan
  2. Dosen Fakultas Keperawatan
  3. Dosen Fakultas Keperawatan

Abstract :

Indonesia as a developing country has many nutritional problems that a blend of malnutrition and overnutrition problem with the prevalence of obesity that increase every year. Obesity is the effect of imbalance between energy intake that exceeds expenditure energy. The purpose of this research is to analyze the relation between base requirement (foster) with overnutrition status in school age children. The design of the study was descriptive analytic with cross-sectional approach. The population was all of students in the elementary school of Sumberpucung 03 Malang with over nutrition status. The sampling technique used purposive sampling with 53 respondents. The data aggregation used quisioner and analyzed with spearman rho correlation test with p <0.05 signification degrees. The result of analyze showed a significant correlation between the compliance  of nutrient requirement (p=0.003; r=0.397) and it has relation with the compliance  of physic activity of children (p=0.003; r=0.398) with overnutrition status. Compliance  of basic requiremant (Foster): nutrition and physical activity has a positive relationship with overnutrient status that means the better compliance of diet and physical activity levels, the lower overnutrition status of school age children, so parents are expected can fullfill the nutrition and good activity to prevent overnutrition status in children.

Keyword :

School age children, overnutritin status, foster,


References :

  1. Almatsier,S, (2009). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 1 / Pub. : 2014-10
  1. Meningkatkan perilaku konsumsi jajanan sehat pada anak sekolah melalui media audio visual
  2. Meningkatkan perilaku cuci tangan melalui metode bernyanyi
  3. Hubungan pemenuhan asuh dengan status gizi lebih pada anak sekolah
  4. Media video untuk meningkatkan perilaku penggunaan antibiotika untuk anak dengan infeksi saluran pernapasan akut (ispa)
  5. Brainstorming dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ispa) oleh ibu
  6. Media ceramah dan film pendek sebagai upaya pencegahan penyakit diare berdasar teori health promotion model (hpm)
  7. Hubungan perilaku ibu dengan status gizi kurang anak usia toddler
  8. Perkembangan motorik anak toddler pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja
  9. Storytelling sebagai upaya meningkatkan konsumsi sayur
  10. Analisis faktor yang berkaitan dengan kasus gizi buruk pada balita
  11. Analisis faktor kejadian berat bayi lahir rendah (bblr)
  12. Analisis faktor tindakan ibu dalam pemberian nutrisi pada balita dengan gizi buruk
  13. Peer group support dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang toilet training
  14. Meningkatkan intensi menyusui dengan video asi eksklusif
  15. Buzz group dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan kehamilan tidak diinginkan (ktd)
  16. Buzz group dalam meningkatkan perilaku pemberian mp-asi
  17. Perceived susceptibility dengan tindakan ibu dalam deteksi dini kanker serviks di kelurahan mulyorejo surabaya
  18. Peer group support dalam meningkatkan perilaku pencegahan anemia ibu hamil
  19. Perilaku minum jamu pada ibu nifas berdasarkan teori “sunrise model”
  20. Peer group support dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang preeklampsia
  21. Faktor pemberian asi eksklusif pada bayi berdasarkan teori perilaku who
  22. Persepsi keseriusan dan persepsi hambatan dengan tindakan deteksi dini kanker serviks berdasarkan teori health belief model
  23. Faktor keberlanjutan penggunaan iud berdasarkan teori health belief model
  24. Terapi tawa dalam menurunkan keluhan emesis gravidarum
  25. Analisis kejadian premenstruasi sindrom (pms) pada mahasiswi