Catalog :




Detail Article

Jurnal THT - KL

ISSN 23378417

Vol. 1 / No. 1 / Published : 2008-01

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Additional low power laser on standard treatment of rhinogenic acute maxillary sinusitis

Author :

  1. Irwan Kristyono*1
  2. Bakti Surarso*2
  3. Sri Herawati Juniati*3
  1. Dep/SMF Ilmu Kes. THT-KL FKUA-RSUD Dr. Soetomo
  2. Dep/SMF Ilmu Kes. THT-KL FKUA-RSUD Dr. Soetomo
  3. Dep/SMF Ilmu Kes. THT-KL FKUA-RSUD Dr. Soetomo

Abstract :

Prinsip dasar dalam pengobatan sinusitis maksilaris akut rinogen terutama memperbaiki fungsi drainase dan ventilasi sinus maksilaris serta menanggulangi infeksi. Pengobatan yang diberikan berupa pemberian antibiotika dan nasal dekongestan. Namun kenyataannya pengobatan seperti yang disebut diatas belum memberikan hasil yang optimal. Diperlukan cara terapi baru untuk memperoleh hasil yang optimal. Beberapa peneliti melakukan terapi dengan sinar laser kekuatan rendah (SLKR) dan menyimpulkan bahwa SLKR dapat mempercepat kesembuhan penderita. SLKR mempunyai efek anti inflamasi, mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan respon imunologi. Dengan demikian SLKR dapat digunakan sebagai tambahan dalam terapi sinusitis maksilaris akut rinogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil terapi baku sinusitis maksilaris akut rinogen yang diberi sinar laser dengan tanpa sinar laser. Untuk itu dilakukan uji klinik dengan rancangan randomized pre test-post test control group. Populasi penelitian adalah penderita sinusitis maksilaris akut rinogen yang berobat di IRJ THT RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama periode Oktober 2003 sampai dengan Januari 2004. Selama periode tersebut didapatkan 20 penderita sinusitis maksilaris akut rinogen yang memenuhi kriteria penelitian. Sampel dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok A sebanyak 10 penderita mendapat terapi baku saja, kelompok B sebanyak 10 penderita mendapat terapi baku dan SLKR. Kedua kelompok diamati selama 2 minggu. Hasil pengamatan pada kelompok A didapatkan sembuh 30%, membaik 30% dan  tidak sembuh 40%. Pada kelompok B didapatkan sembuh 80% dan membaik 20%. Uji Mann-Whitney terhadap kedua kelompok didapatkan perbedaan bermakna (p<0,05). Ini artinya hasil terapi kelompok B lebih baik dibandingkan dengan hasil terapi kelompok A. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil terapi baku yang disertai SLKR lebih baik dari hasil terapi baku pada penderita sinusitis maksilaris akut rinogen. Namun demikian masih perlu dilakukan penelitian menggunakan SLKR untuk terapi penderita sinusitis maksilaris akut, sehingga SLKR dapat menjadi  terapi tambahan pada sinusitis maksilaris akut.

Keyword :

sinusitis maksilaris akut rinogenik, sinar laser kekuatan rendah,


References :

  1. , (0000). . :


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 1 / No. : 1 / Pub. : 2008-01
  1. Additional low power laser on standard treatment of rhinogenic acute maxillary sinusitis
  2. Recurrent respiratory papilloma on 93 times of microlaryngeal surgery (case report)
  3. Esophageal foreign body extraction on patient with kyphoscoliosis (case report)
  4. Diagnosis and management of parapharyngeal abscess
  5. Management of nasal polyp
  6. Esophageal mucosal defense mechanisms from acid
  7. Pathophysiology, diagnosis and treatment chronic rhinosinusitis at adult people