Catalog :




Detail Article

Jurnal THT - KL

ISSN 23378417

Vol. 5 / No. 3 / Published : 2012-09

TOC : 5, and page :187 - 199

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Diagnosis and management of barret esophagus

Author :

  1. Agustina Petronella K*1
  2. Sri Herawati Juniati*2
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Esofagus Barrett (EB) adalah kelainan histologi pada esofagus bagian bawah yang berhubungan dengan gastro-esophageal reflux disease (GERD). Penyakit  ini telah dibicarakan oleh Tileston pada tahun 1906 sebagai ulkus peptikus pada esofagus.1 Pada tahun 1950 Norman Barrett melaporkan satu kasus ulkus peptikus yang kronis pada esofagus bagian bawah yang dilapisi oleh epitel.2 Selanjutnya pada tahun 1976 Paul dkk. menjelaskan adanya tipe khusus dari metaplasia intestinal yang disebut specialized columnar epithelium, yang kemudian dianggap menjadi tanda dari EB dan merupakan predisposisi untuk menjadi displasia atau kanker tanpa memperhatikan lokasinya pada esofagus.1 Esofagus Barrett dapat tidak menunjukkan gejala, namun banyak pasien EB mempunyai riwayat penyakit GERD dan memberikan gejala heartburn  (rasa terbakar di dada), regurgitation (sensasi dari makanan atau cairan lambung keluar ke bagian atas dan masuk pada esofagus atau tenggorok) dan disfagia.3-5 Kebanyakan EB mempunyai predisposisi berkembang menjadi adenokarsinoma pada esofagus.1 Angka kejadian EB sulit untuk ditentukan karena kurangnya penelitian yang berbasis pada populasi. Penelitian di Amerika Serikat tahun 2003 terhadap pasien yang berumur lebih dari 40 tahun yang dilakukan gastroskopi dilaporkan prevalensi EB 6,8% dari seluruh pasien yang diperiksa. Penelitian yang dilakukan tahun 2005 di Swedia terhadap 1000 orang yang diperiksa ditemukan prevalensi EB sekitar 1,6 %.1 Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini adalah untuk mengetahui diagnosis dan penatalaksanaan EB.           

Keyword :

ESOFAGUS BARRETT,


References :

  1. Anwar SA, Kanthan SK, Riaz AA., (2009). Current management of Barrett’s oesophagus.. 2(4):8-14 : BJMP
  2. Shalauta MD, Saad R., (2004). Barrett’s esophagus.. 69(9):p.2113-18 : American family physician
  3. Watson A, Shepherd NA. , (2005). The definition of “Barrett’s” columnar-lined oesophagus. In: Watson A, Heading RC, Shepherd NA, eds. Guidelines for the diagnosis and management of Barrett’s columnar-lined oesophagus. . p.4-6 : British society of gastroenterology
  4. Madi MA, (2009). Barrett’s esophagus: where do we stand.. 15(1):2-6 : The Saudi Journal of Gastroenterology
  5. Shaheen NJ, Sharma P, Overholt BF, Wolfsen HC, Sampliner RE, Wang KK, et al., (2009). Radiofrequency ablation in Barrett’s esophagus with dysplasia. 360(22): 2277-88 : The New England Journal of Medicine


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 3 / Pub. : 2012-09
  1. Profiles of upper respiratory tract papilloma on department of otorhinolaryngology - head and neck surgery, faculty of medicine university of airlangga/dr. soetomo general hospital jawa timur (january 2006 - december 2010 period)
  2. Rinosinusitis akut dengan komplikasi abses periorbita (laporan kasus)
  3. Ramsay hunt syndrome (a case report)
  4. The role of food elimination diet on diagnosis and management of allergic rhinitis
  5. Diagnosis and management of barret esophagus