Catalog :




Detail Article

Jurnal THT - KL

ISSN 23378417

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2012-05

TOC : 2, and page :90 - 100

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Multipel jaw cysts (a case report)

Author :

  1. Bakti Surarso*1
  2. Endang Fitrih Mulyaningsih*2
  1. Dosen Fakultas Kedokteran
  2. Mahasiswa Fakultas Kedokteran

Abstract :

Kista adalah rongga patologis yang berisi cairan, semi cairan atau gas dan tidak disebabkan oleh akumulasi pus, bisa dibatasi oleh epitel tetapi bisa juga tidak dan lapisan luarnya dilapisi oleh jaringan ikat dan pembuluh darah. Kista  dapat berada dalam jaringan lunak atau keras. Kista pada rahang menyebabkan pembesaran intraoral maupun ekstraoral yang secara klinis dapat  menyerupai tumor jinak.1 Kista rahang sangat bervariasi yang secara umum dapat diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya epitel yang melapisi, yaitu kista epitel dan kista non epitel. Kista epitel dibagi menjadi kista perkembangan (developmental cyst) dan kista peradangan (inflammatory cyst). Kista perkembangan dibagi menjadi kista odontogenik dan non odontogenik.1,2 Kista odontogenik merupakan kista yang dinding epitelnya berasal dari sisa organ pembentuk gigi (odontogenik) yang mampu berproliferasi dan potensial menjadi tumor. Ada 3 macam sisa epitel yang berperan dalam pembentukan beberapa kista odontogenik. Pertama adalah epitel lamina  dental atau rest of Serres yang berasal dari epitel rongga mulut yang menetap di jaringan setelah menginduksi perkembangan gigi dan merupakan penyebab terjadinya odontogenic keratocyst (OKC), kista periodontal lateral, kista gingival. Kedua adalah epitel enamel tereduksi yang merupakan sisa epitel yang mengelilingi mahkota gigi setelah pembentukan enamel lengkap dan menjadi penyebab terjadinya kista dentigerus dan kista erupsi. Ketiga adalah epitel Malassez yang merupakan sisa dari epithelial root sheath of Hertwig’s yang menetap pada ligamen periodontal setelah pembentukan akar lengkap dan seluruh kista radikuler berasal dari sisa-sisa jaringan ini.1,2,3 Kista odontogenik terdiri dari odontogenic keratocyst (OKC), kista dentigerus, kista periodontal lateralis,  kista erupsi, kista gingival pada bayi dan kista gingival pada dewasa. Kista non odontogenik berasal dari ektoderm yang terlibat dalam pembentukan jaringan wajah, seperti kista duktus nasopalatinus dan kista nasolabial. Kista peradangan terdiri dari kista radikuler (periapical cyst), kista residual, kista kolateral peradangan dan kista paradental. 1,2,3,4 Kista dentigerus merupakan kantung tertutup berbatas epitel yang terbentuk di sekitar mahkota gigi yang tidak erupsi,  melekat pada cemento-enamel junction dan terdapat cairan. OKC berasal dari sisa lamina dental yang memiliki lapisan keratin dan mempunyai gejala klinis yang agresif serta mempunyai angka rekurensi yang tinggi. OKC yang multipel sering dikaitkan dengan suatu sindrom nevus sel basal, penyakit herediter yang diturunkan secara autosomal dominan dengan gejala yang sangat kompleks. Pada pasien dengan OKC, 5% disertai sindrom nevus sel basal.5,6,7 Penatalaksanaan kista pada rahang adalah pembedahan, baik dengan enukleasi maupun marsupialisasi.1,5,6 Pada makalah ini akan dilaporkan satu kasus seorang wanita berumur 20 tahun dengan diagnosis kista multipel pada rahang yang meliputi kista dentigerus sinus maksila kiri  dan OKC pada maksila kanan dan mandibula kanan kiri, yang dilakukan enukleasi kista dentigerus dengan pendekatan Caldwell-Luc dan marsupialisasi untuk OKC.

Keyword :

Kista Dentigerus, odontogenic keratocyst (OKC), Kista Rahang,


References :

  1. Sapp JP, Eversole RL, Wisocky GP., (2004). Cyst of the oral regions. In: Sapp JP, Eversole RL, Wisocky GP, eds. Contemporary oral and maxillofacial pathology. 2nd edition.. p.49-51 : Missouri: Mosby
  2. Shear M, Speight P, (2007). Dentigerous cyst. In: Shear M, Speight P, eds. Cyst of the oral and maxillofacial regions.. p.59-75 : London: Wiley Blackwell
  3. Gorlin RJ., (1997). Penyakit rongga mulut. Dalam: Adams GL, Boies LR, Higler PA. Boies Buku ajar penyakit THT. Edisi 6.. hal.272-304 : Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
  4. Smith RA., (2007). Jaw cyst. In: Lalwani AK, ed. Current diagnosis and treatment in otolaryngology Head and Neck Surgery.. p.387-402 : New York: The McGraw-Hill Companies
  5. Isser DK, Das S., (2002). Dentigerous cyst in a young boy.. 54:44-5 : Indian journal of otolaryngology and head and neck surgery


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2012-05
  1. Effectivenes of acute otitis external therapy using 2% vinegar solution compared to filtrata burow's solution (a research)
  2. Multipel jaw cysts (a case report)
  3. The role of vestibular rehabilitation on management of prebiastasis
  4. Diagnosis and management of lateral sinus thrombosis
  5. Inflammatory sinonasal pseudotumor (a case report)