Catalog :




Detail Article

Jurnal THT - KL

ISSN 23378417

Vol. 4 / No. 2 / Published : 2011-05

TOC : 4, and page :36 - 50

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pathogenesis and diagnosis of laryngeal tuberculosis

Author :

  1. Winda Safitri*1
  2. Bakti Surarso*2
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Tuberkulosis laring merupakan penyakit granulomatosis tersering pada laring. Penyakit ini merupakan suatu manifestasi ekstrapulmonal dan hampir selalu dihubungkan dengan keberadaan tuberkulosis paru aktif.1,2 Saat ini di negara maju, penyakit tuberkulosis laring merupakan penyakit laring yang sangat jarang dan mempunyai prognosis yang baik, tetapi di negara berkembang seperti Indonesia, tuberkulosis laring masih sering dijumpai.1,3 Tuberkulosis laring adalah radang spesifik pada laring yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan biasanya merupakan infeksi sekunder dari tuberkulosis paru, sedangkan tuberkulosis laring primer sangat jarang ditemukan. Perubahan klinis laring terjadi kira-kira pada 3 % kasus tuberkulosis paru yang agak lanjut, tetapi kejadian ini bisa mencapai 100 % pada kasus-kasus terminal.4 Pada masa sebelum ditemukan obat antituberkulosis, penderita dengan tuberkulosis laring sering disertai dengan penyakit tuberkulosis paru yang berat, tapi akhir-akhir ini ditemukan penderita dengan lesi minimal pada paru. Bahkan sejak tahun 1990, dilaporkan adanya kasus tuberkulosis laring tanpa disertai dengan tuberkulosis paru.1,5-6 Sejak WHO menyatakan tuberkulosis sebagai keadaan kegawatan global pada tahun 1993, maka angka kejadian tuberkulosis laring meningkat di seluruh dunia. Peningkatan ini bisa juga karena peranan terjadinya epidemi AIDS, meningkatnya jumlah pecandu narkoba serta kemiskinan, kurangnya persediaan obat antituberkulosis, bertambahnya resistensi kuman, terjadinya migrasi populasi dari daerah yang sering terinfeksi tuberkulosis, dan menurunnya jangkauan imunisasi BCG.7  Pada dekade terakhir ini, terjadi perubahan pada tuberkulosis laring yaitu dalam hal puncak insiden dan gambaran patologi pada laring. Penyakit ini sekarang lebih sering mengenai penderita berusia lebih tua yaitu dekade kelima dan keenam dengan penyakit paru yang minimal, dan kebanyakan penderita memberikan gambaran klinis seperti suatu keganasan atau laringitis kronis non spesifik.3,5,8 Kewaspadaan terhadap penyakit ini sangat penting oleh karena penyakit ini sangat menular dan lesinya dapat menyerupai suatu keganasan.2 Diagnosis dini penting agar pasien segera mendapat terapi yang tepat serta meminimalkan kemungkinan komplikasi bagi penderita maupun mencegah paparan yang berlebihan pada pegawai rumah sakit maupun pasien lain yang berada dalam satu ruangan.1  Manifestasi klinis tuberkulosis laring bermacam-macam dengan gejala yang paling sering adalah terjadinya suara parau dalam jangka waktu yang lama, odinofagia, disfagia, otalgia dan odinofonia. Sumbatan jalan nafas dapat terjadi pada stadium lanjut dari penyakit ini.1 Mengingat adanya manifestasi klinis yang berubah dari gambaran klasiknya, maka diperlukan pemeriksaan yang cermat serta alat diagnostik yang tepat untuk menegakkan diagnosis tuberkulosis laring.  Diagnosis pasti tuberkulosis laring adalah ditemukannya kuman Mycobacterium tuberkulosa dari pemeriksaan kultur dan adanya granuloma kaseosa yang khas pada pemeriksaan histopatologi laring.9,10 Tujuan dari penulisan tinjauan pustaka ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai patogenesis dan diagnosis tuberkulosis laring.

Keyword :

Tuberkulosis Laring,


References :

  1. Feehs RS, Koufman JA, (1993). Laryngitis. In: Bailey BJ, Johnson JT, eds. Head and neck surgery–otolaryngology. Vol 1. p 612-9 : Philadelphia: JB Lippincott Co
  2. Bhat VK, Latha P, Upadhya D, Hedge J, (2009). Clinicopathological review of tubercular laryngitis in 32 cases of pulmonary Kochs. 30: 327-30 : Am J Otolaryngol
  3. Fried MP, Shapiro J, (1991). Acute and chronic laryngeal infections. In: Paparella MM, Shumrick DA, Glukman JL, Meyerhoff WL, eds. Otolaryngology. 3rd ed. Vol 3: 2245-8 : . Philadelphia: WB Saunders Co,
  4. Shin JE, Nam SY, Yoo SJ, Kim SY, (2000). Changing trends in clinical manifestations of laryngeal tuberculosis. 110:1950-3 : Laryngoscope
  5. Lee KJ, (2008). The larynx. In: Essensial otolaryngology head and neck surgery. 9th ed. p 552-60 : McGraw-Hill Co Inc


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 4 / No. : 2 / Pub. : 2011-05
  1. Trasnasal modification approach for juvenile nasopharingeal angiofibroma surgery (a retrospective research)
  2. Sinonasal meningioma with intracranial expansion
  3. Four cases of brachio-attic syndrome within a family (a case reports)
  4. Pathogenesis and diagnosis of laryngeal tuberculosis
  5. The utilization of anti leucotrien on rhinitis allergy therapy