Catalog :




Detail Article

Jurnal THT - KL

ISSN 23378417

Vol. 5 / No. 3 / Published : 2012-09

TOC : 3, and page :159 - 169

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Ramsay hunt syndrome (a case report)

Author :

  1. Rani Maharyati*1
  2. Haris Mayagung Ekorini*2
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Sindrom Ramsay Hunt (SRH) adalah suatu kumpulan gejala yang terdiri dari otalgia akut disertai dengan timbulnya vesikel herpetik dan paresis fasialis. Sindrom Ramsay Hunt dipublikasikan pertama kali pada tahun 1907 oleh James Ramsay Hunt pada pasien yang menderita otalgia disertai dengan rash pada kulit dan mukosa yang disebabkan oleh infeksi human herpes virus 3, yaitu virus varisela-zoster (VVZ) pada ganglion genikulatum.1-5 Sindrom Ramsay Hunt merupakan komplikasi infeksi laten VVZ yang jarang terjadi. Sindrom Ramsay Hunt diperkirakan terjadi sekitar 16% dari seluruh kasus paresis fasial unilateral pada anak dan 18% pada dewasa. Sindrom Ramsay Hunt jarang didapatkan pada anak kurang dari usia enam tahun. Sindrom ini diduga merupakan penyebab dari sekitar 20% dari kasus yang secara klinis didiagnosis sebagai Bell’s palsy, sehingga merupakan penyebab tersering kedua pada paresis fasialis setelah Bell’s palsy. Infeksi VVZ dapat lebih tinggi terjadi pada populasi umum terutama pada individu dengan HIV.1-5 Diagnosis SRH ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis, pasien dapat mengeluh adanya nyeri telinga, mual, muntah, vertigo atau kurangnya pendengaran serta pengecapan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan paresis saraf fasial unilateral dan lesi berupa vesikel atau eschar pada aurikulum (konka), meatus akustikus eksternus, kulit di belakang aurikulum dan membrana timpani. Kadang-kadang didapatkan pula pada kavum oris, leher dan bahu. Penyakit ini juga dapat mengenai saraf kranialis yang lain yaitu saraf auditorius, vestibular, trigeminal, glosofaringeal dan vagus sehingga disebut herpes zoster cephalicus. Sedangkan sebagai pemeriksaan penunjang, dapat dilakukan pemeriksaan darah dan tes kulit untuk VVZ, pemeriksaan pendengaran, elektromiografi dan pemeriksaan lainnya yang berhubungan dengan gejala yang ada.1,4 Penatalaksanaan SRH adalah dengan kortikosteroid (antiinflamasi) dan anti viral. Kortikosteroid dapat mengurangi inflamasi dari nervus kranial dan mengurangi nyeri serta gejala neurologis, sedangkan asiklovir oral digunakan untuk infeksi yang disebabkan herpes virus seperti virus varisela-zoster.1 Penyembuhan (recovery) SRH baik bila terapi diberikan dalam 3 hari sejak gejala timbul. Beberapa laporan kepustakaan menyebutkan kesembuhan total dapat mencapai 70-75% dengan menggunakan steroid dan antiviral.4 Pada makalah ini akan dilaporkan satu kasus sindrom Ramsay Hunt dengan skor House-Brackmann V dan setelah dirawat selama 12 hari, pasien dipulangkan dalam keadaan hampir sembuh.

Keyword :

Sindroma Ramsay Hunt,


References :

  1. Bailey BJ, Johnson JT, Newlands SD., (2006). Acute paralysis of the facial nerve. In: Bailey BJ, Johnson JT, Newlands SD, eds. Head and neck surgery – otolaryngology. 4th ed.. p.2148-9 : Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins
  2. Brackman DE, Shelton C, Arriaga MA., (2010). Management of Bell’s palsy and Ramsay Hunt syndrome. In: Brackman DE, Shelton C, Arriaga MA, eds. Otologic surgery. 3rd ed. . p.339-44 : Philadelphia: Saunders
  3. Singh MY, Singh CC., (2003). Ramsay Hunt syndrome treated with oral acyclovir.. 59:67-9 : MJAFI
  4. Lin YY, Kao CH. Wang CH, (2011). Case report – varicella zoster virus infection of the pharynx and larynx with multiple cranial neuropathies.. 121:1627-30 : Laryngoscope
  5. Shiin JH, Park JW, Kwon BS, Ryu KH, Lee HJ, Lim WH, et al., (2011). Dysphagia in Ramsay Hunt’s syndrome – a case report.. 35:738-41 : Annals of Rehabilitation Medicine


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 3 / Pub. : 2012-09
  1. Profiles of upper respiratory tract papilloma on department of otorhinolaryngology - head and neck surgery, faculty of medicine university of airlangga/dr. soetomo general hospital jawa timur (january 2006 - december 2010 period)
  2. Rinosinusitis akut dengan komplikasi abses periorbita (laporan kasus)
  3. Ramsay hunt syndrome (a case report)
  4. The role of food elimination diet on diagnosis and management of allergic rhinitis
  5. Diagnosis and management of barret esophagus