Catalog :




Detail Article

Jurnal THT - KL

ISSN 23378417

Vol. 5 / No. 3 / Published : 2012-09

TOC : 2, and page :148 - 158

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Rinosinusitis akut dengan komplikasi abses periorbita (laporan kasus)

Author :

  1. Elvia*1
  2. Irwan Kristyono*2
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Rinosinusitis akut maupun kronis merupakan penyakit infeksi yang sering terjadi pada usia anak–anak dan dewasa. Rinosinusitis bakterial akut dan kronis mempunyai potensi untuk menjadi serius karena komplikasinya.1 The American Academy of Otolaryngology- Head and Neck Sugery (AAOHNS) membagi beberapa tipe rinosinusitis berdasarkan gejala, akut bila onset terjadi dalam 4 minggu, sub akut onset terjadi antara 4 minggu dan tidak lebih dari 12 minggu, rekuren akut onset terjadinya 4 atau lebih episode pertahun dengan pengobatan komplit antara episode dalam waktu tidak lebih 7 hari dan kronik bila onset terjadi 12 minggu atau lebih.2 Rata–rata kejadian sekitar 6-8 dengan episode awal infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) pertahun dan diperkirakan 5-100% ISPA akan menimbulkan rinosinusitis. Rinosinusitis akut diawali dengan adanya infeksi virus biasanya sembuh dalam waktu 7-10 hari tanpa terapi spesifik. Hal ini berlanjut menjadi rinosinusitis akut karena infeksi bakteri dengan gejala lebih dari 10 hari dan memburuknya kondisi setelah hari ke 5-7 dengan perkembangan sekret yang makin purulen.2-4  Umumnya bakteri pada rinosinusitis bakterial akut (RBA) adalah Streptococcus Pneumonia, Haemophilus Influenza, Staphylococcus Aureus, dan Moraxella Catarrhalis.2 Tiga kriteria diagnosis rinosinusitis akut yang diduga berasal dari bakteri berdasarkan panduan dari AAOHNS dengan gejala lebih dari 10 hari - 28 hari, sekret hidung atau post nasal drip yang purulen selama 3 atau 4 hari yang disertai demam yang tinggi dan gejala memburuk dalam 10 hari pertama. Penatalaksanaan rinosinusitis akut berupa medikamentosa dan operatif,  bila terapi medikamentosa gagal atau terjadi komplikasi ke orbital atau intrakranial.2-4 Klasifikasi Chandler menerangkan lima kelompok komplikasi orbita yaitu selulitis periorbita (selulitis preseptal), selulitis orbita, abses subperiosteal (abses periorbita), abses orbita, trombosis sinus kavernosus.5-7 Komplikasi rinosinusitis ke orbita melalui dua tahap. Tahap pertama, terjadi secara langsung melalui adanya defek kelainan bawaan, foramen atau garis sutura yang terbuka, atau bagian tulang yang mengalami erosi terutama pada lamina papirasea. Tahap kedua, terjadi infeksi tromboflebitis retrogad yaitu melalui pembuluh darah vena yang tidak berkatup pada daerah wajah, kavum nasi, sinus dan mata.6-8 Diagnosis abses periorbita dibuat berdasarkan perjalanan penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti tomografi komputer pada sinus dan orbita. Penatalaksanaan dengan drainase melalui tindakan bedah baik melalui bedah sinus endoskopi atau pendekatan dari luar.9-11 Pada laporan kasus ini dilaporkan satu kasus penderita rinosinusitis akut dengan komplikasi abses periorbita usia 49 tahun yang dilakukan drainase melalui bedah sinus endoskopi.

Keyword :

Rinosinusitis Akut, Abses Periorbita,


References :

  1. Hadley JA, Pfaller MA., (2007). Oral β lactams in the treatment of acute bacterial rhinosinusitis. In: Hadley JA, Pfaller MA, eds. Diagnostic microbiology and infectious diseases. 3rd ed.. p. 478-548 : Iowa
  2. Aring AM, Chan MM, (2011). Acute rhinosinusitis in adults.. 83.p.1057-63 : American Academy of Family Physicians
  3. Anon JB., (2005). Current management of acute bacterial rhinosinusitis and the role of moxifloxacin.. p.167–76 : Clinical Infectious Diseases Society of America
  4. Chow AW, Benninger MS, Brook I, Brozek JL, Goldstein EJC, Hicks LA et all., (2012). IDSA clinical practice guideline for acute bacterial rhinosinusitis in children and adults.. p.1-41 : Clinical Infectious Diseases Society of America
  5. Potter NJ, Brown CL, McNab AA, Ting SY., (2011). Orbital cellulitis medical and surgical management.. 2.p.1-4 : Clinical and experimental ophthalmology


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 3 / Pub. : 2012-09
  1. Profiles of upper respiratory tract papilloma on department of otorhinolaryngology - head and neck surgery, faculty of medicine university of airlangga/dr. soetomo general hospital jawa timur (january 2006 - december 2010 period)
  2. Rinosinusitis akut dengan komplikasi abses periorbita (laporan kasus)
  3. Ramsay hunt syndrome (a case report)
  4. The role of food elimination diet on diagnosis and management of allergic rhinitis
  5. Diagnosis and management of barret esophagus