Catalog :




Detail Article

Jurnal THT - KL

ISSN 23378417

Vol. 6 / No. 3 / Published : 2013-09

TOC : 4, and page :117 - 124

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Selecting candidates for bone anchored hearing aid

Author :

  1. Fransisca Ira Amelia*1
  2. Titiek H. Ahadiah*2
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Tuli konduksi dan tuli campuran sering dapat diatasi secara efektif dengan  koreksi pembedahan atau rehabilitasi dengan Alat Bantu Dengar (ABD) hantaran udara. Permasalahannya adalah terdapat sejumlah pasien dengan tuli konduksi atau campuran yang tidak dapat ditangani secara efektif dengan koreksi pembedahan atau tidak bisa mentolerir penggunaan ABD hantaran udara.1,2 Dalam kelompok tersebut adalah pasien yang tetap mengalami otore kronis meskipun telah beberapa kali menjalani pembedahan, pasien pasca  mastoidektomi radikal yang tidak bisa mentolerir feed back yang timbul pada penggunaan ABD hantaran udara, atau pasien dengan otosklerosis, timpanosklerosis, dan atresia Meatus Akustikus Eksternus (MAE)  yang  tidak bisa dikoreksi dengan pembedahan.1,2 Pilihan penatalaksanaan alternatif untuk kondisi tersebut adalah dengan menggunakan ABD hantaran tulang konvensional. Jenis ABD ini menggunakan vibrator dan head band untuk fiksasi vibrator di kepala. Tetapi tingkat penerimaan pasien terhadap alat ini masih rendah terutama karena masalah ketidak nyamanan, kualitas suara yang kurang baik, serta masalah kosmetis.1,3,4 Jenis ABD hantaran tulang khusus yang didesain untuk mengatasi berbagai permasalahan di atas adalah Bone Anchored Hearing Aid (BAHA). Alat ini terdiri dari vibrator yang dihubungkan langsung dengan tulang kranium oleh implan titanium yang telah menyatu dengan tulang temporal. Sistem ini jauh lebih efesien dibanding dengan sistem konduksi transkutan pada ABD hantaran tulang konvensional, dengan tingkat efesiensi mencapai 15 dB.4 Kendala yang dihadapi pada penggunaan BAHA adalah harga alat yang masih relatif mahal yaitu sekitar $10.000, serta diperlukan tindakan pembedahan untuk memasang implan titanium. Besarnya biaya yang harus ditanggung ini akan diimbangi dengan performa komunikasi yang lebih baik serta berkurangnya biaya untuk pengobatan selanjutnya pasca dilakukan pemasangan BAHA.2,4 Sejak pertamakali diperkenalkan oleh Tjellstrom tahun 1977 di Swedia, BAHA telah berkembang dari suatu program uji coba menjadi penerapan klinis yang rutin dilakukan. Jumlah pemakai BAHA diseluruh dunia saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 70.000 orang. Pada awalnya pemasangan BAHA terutama diindikasikan untuk kasus Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK). Saat ini BAHA banyak dijadikan pilihan rehabilitasi pendengaran pada pasien  deformitas telinga kongenital. Sejalan dengan perkembangan teknologi, indikasi pemasangan BAHA mengalami perkembangan termasuk untuk tuli sensorineural berat  unilateral. Indikasi lain pemasangan BAHA adalah untuk tuli konduksi berat unilateral 1,5-8 Secara umum pasien-pasien yang menggunakan BAHA menunjukkan respon yang memuaskan. Beberapa penelitian melaporkan bahwa BAHA memberikan manfaat yang andal dan dapat diramalkan untuk rehabilitasi pendengaran pada pasien terseleksi. Hal ini menekankan pentingnya pemilihan kandidat yang tepat untuk pemasangan BAHA agar dicapai hasil akhir yang optimal.1,2 Tujuan penulisan referat ini adalah untuk membahas pemilihan kandidat BAHA.

Keyword :

Bone Anchored Hearing Aid, Hearing Aid,


References :

  1. Linstrom CJ, silverman CA, Yu GP, (2009). Efficacy of the bone anchored hearing aid for single sided deafness. 119: 713-20 : Laryngoscope
  2. Wolf MJF, Hol MKS, Huygen PLM, Mylanus EAM, Cremers CWRJ, (2008). Nijmegen result with application of a bone anchored hearing aid in children : simplified surgical technique. 117 (11): 805-14 : Annals of Otology, Rhinology & Laryngology
  3. Snik M, Mylanuss EAM, Proops DW, Wolfaardt JF, Hodgetts WE, Somers T, et al, (2005). Consensus statements on The BAHA system : where do we stand at present?. 114(12) suppl 195 : 1-12. : Annals of Otology, Rhinology & Laryngology
  4. Santina CCD, Lustic LR, (2005). Surgically implantable hearing aids. 4(3) : 3574-99 : Otolaryngology head and neck surgery
  5. Hagr A, (2007). Bone anchored hearing aid. . 1(2): 265-76 : International Journal of Health Science


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 3 / Pub. : 2013-09
  1. Validity of biopsy examination using narrow band imaging approach on suspected nasopharingeal carcinoma patients
  2. Removal of a fish hook foreign body from the esophagus (a case report)
  3. Treacher collins syndrome (a case report)
  4. Selecting candidates for bone anchored hearing aid
  5. The role of cisplatin on tumor cell senescence in cancer treatment