Catalog :




Detail Article

Jurnal THT - KL

ISSN 23378417

Vol. 8 / No. 2 / Published : 2015-05

TOC : 1, and page :54 - 65

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

The correlation between score of hearing handicap inventory for the elderly questionnaire on presbycusis patients

Author :

  1. Endang Fittrih M*1
  2. Nyilo Purnami*2
  3. Titiek Hidayati A*3
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran
  3. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Latar Belakang: Presbikusis adalah gangguan pendengaran sensorineural yang terjadi akibat proses degenerasi organ pendengaran. Audiometri nada murni sebagai pemeriksaan baku emas ini sulit dilakukan di beberapa tempat karena terkait masalah akses, sistem rujukan dan biaya sehingga banyak praktek di lapangan mengandalkan kuesioner  untuk skrining gangguan pendengaran. Salah satu kuesioner yang digunakan untuk menilai gangguan pendengaran pada lanjut usia (lansia)  adalah  Hearing Handicap Inventory for the Elderly-Screening (HHIE-S). Tujuan: Membuktikan hubungan antara skor kuesioner HHIE-S dengan derajat gangguan pendengaran pada penderita presbikusis di URJ Geriatri RSUD Dr. Soetomo. Metode: Penderita di URJ Geriatri RSUD Dr. Soetomo yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil secara consecutive sampling kemudian diperiksa audiometri nada murni dan diberi kuesioner HHIE-S di URJ THT-KL Divisi Neurotologi RSUD Dr. Soetomo. Hasil dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil: Didapatkan 50 penderita, dengan rentang umur 65–89 tahun, perbandingan laki-laki dan perempuan 1 : 1. Didapatkan hasil skor HHIE-S antara 0-40, dan nilai PTA antara 15 dB – 85 dB. Sampel dengan skor HHIE-S 0-8 sebanyak 13 orang (26%), 16% memiliki pendengaran normal. Sampel dengan skor HHIE-S 10-22 sebanyak 21 orang (42%), 26% menderita gangguan pendengaran derajat sedang. Sampel dengan skor HHIE-S 24-40 sebanyak 16 orang (32%), menderita gangguan pendengaran derajat sedang dan berat masing-masing 14%. Hasil analisis statistic dengan uji korelasi Pearson didapatkan nilai p = 0,001 dan koefisien korelasi (r) = 0,691. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara skor kuesioner HHIE-S dengan derajat gangguan pendengaran pada penderita presbikusis di URJ Geriatri  RSUD Dr. Soetomo. 

Keyword :

Presbikusis, Skor kuesioner HHIE-S, Derajat gangguan pendengaran,


References :

  1. Purnami N, (2013). THT komunitas. hal 263-72 : Buku ajar kedokteran komunitas, Surabaya : Airlangga University Press
  2. Deepthi R, Kasthuri A, (2012). Validation of the use of self-reported hearing loss and the Hearing Handicap Inventory for elderly among rural Indian elderly population. 55: 762-7 : Archives of Gerontology and Geriatrics
  3. Santoso S, Muyassaroh, (2012). Kurang pendengaran sensorineural pada lansia dengan dan tanpa hipertensi. vol 1(1):16-9 : Med Hosp
  4. Kim SH, Lim EJ, Kim HS, Park JH, Jarng SS, Lee SH, (2010). Sex differences in a cross sectional study of age-related hearing loss in Korean. 3(1): 27-31 : Clinical and Experimental Otorhinolaryngology
  5. Kakarlapudi V, Sawyer R, Staecker H, (2003). The effect of diabetes on sensorineural hearing loss. 24:382-6 : Otology & Neurotology


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 8 / No. : 2 / Pub. : 2015-05
  1. The correlation between score of hearing handicap inventory for the elderly questionnaire on presbycusis patients
  2. Bilateral dentigerous cyst on a child's maxilla sinuses (a case report)
  3. Photodynamic therapy on nasopharingeal carcinoma rt4n0m0 following chemoradiation therapy
  4. Diagnosis and management of non-invasive fungal rhinosinusitis
  5. Diagnosis and management of esophageal carcinoma