Catalog :




Detail Article

VERLEDEN

ISSN 2301-8127

Vol. 13 / No. 2 / Published : 2018-01

TOC : 5, and page :129 - 138

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Kehidupan kokki pada keluarga eropa di jawa tahun 1857-1942

Author :

  1. Fitria Marta Sari*1
  2. Shinta Devi Ika Santhi Rahayu*2
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya
  2. Dosen Fakultas Ilmu Budaya

Abstract :

Abstract This article discusses about "The Life of Eropean family kokki in Java in 1857 – 1942” which has close relationship with the arrival of European women. This study use historical research method. Kokki was a domestic labour in Europa's families that supported Indies' culinary culture. The lack of knowledge about food materials and how to cook required Indies women to hire local woman to work a kokki. A kokki who was diligent and skilled was considered as precious asset to Europa's families.On its development,women in Indies families had organised several courses to develop the skill of kokki in serving European dishes. Rijsttafel was one of unique dishes which required kokki to master several European dish recipes besides Javanese ones. However as the time passed by, the presence of kokki started to be shifted. Modern cooking utensils which are cleaner and effective, the emergence of cookbooks, and financial crisis in 1930 caused kokkis to start to lose their job. The peak was the arrival of Japanese people to Indonesia. Kokkis started to disappear along with the splits of Indies families. Abstraksi Artikel ini membahas tentang “Kehidupan Kokki Pada Keluarga Eropa DiJawa Tahun 1857-1942” yang memiliki kaitan erat dengan kedatanganwanita-wanita Eropa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah.Kokki merupakan salah satu pekerja domestik keluarga Eropa yang menjadipendukung dari budaya makan khas Indis. Kurangnya pemahaman tentangbahan makanan serta cara pengolahannya telah membuat nyonya keluargaEropa membutuhkan jasa seorang kokki yang pada dasarnya berasal darikalangan wanita pribumi. Seorang kokki yang disiplin dan terampil dianggapsebagai sebuah aset berharga bagi keluarga Eropa. Pada perkembangannya,keluarga Eropa melalui para nyonya telah melaksanakan beberapa kursusuntuk mengembangkan kemampuan kokki agar dapat membuat hidanganEropa. Sajian rijsttafel menjadi salah satu jamuan khas yang mengharuskankokki untuk dapat menguasai beberapa resep masakan Eropa di samping resepmasakan Jawa. Namun, seiring berjalannya waktu keberadaan kokki semakinbergeser. Hadirnya peralatan modern yang lebih bersih dan praktis, maraknyabuku resep masak serta krisis ekonomi pada tahun 1930 telah menjadipenyebab berkurangnya keberadaan kokki. Puncaknya saat kedatanganJepang, keberadaan kokki turut menghilang bersamaan dengan terpecahpecahnyakeluarga Eropa.

Keyword :

Kokki, Indies Families, European Women,


References :

  1. Rahman, Fadly., (2016). Jejak Rasa Nusantara Sejarah Makanan Indonesia. - : Kompas Gramedia.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 13 / No. : 2 / Pub. : 2018-01
  1. Aktivitas sosial dan politik sobsi (sentral organisasi buruh seluruh indonesia) di surabaya tahun 1950-1966
  2. Dari gymnastiek & sportvereniging tiong hoa ke naga kuning : perkumpulan bulutangkis tionghoa surabaya tahun 1937 – 1959
  3. Pasukan amfibi di tengah gelombang orde baru: dari kkoal menjadi korps marinir, 1967 – 1975
  4. Aktivitas ekonomi di pasar pabean surabaya tahun 1918-1982
  5. Kehidupan kokki pada keluarga eropa di jawa tahun 1857-1942
  6. Pengelolaan hutan jati di blora (1897-1942)
  7. Pasar baru tuban tahun 1976-1990
  8. Perkembangan restoran eropa di surabaya: grimm & co dan hellendoorn tahun 1888-1930
  9. Pengembangan desawisata candisari kecamatan sambeng kabupaten lamongan jawa timurmelalui pembentukan branding dan promosi online
  10. Ubi kayu di karesidenan kediri pada awal abad ke-20 hingga 1940