UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

VERLEDEN

ISSN 2301-8127

Vol. 3 / No. 2 / Published : 2015-06

Order : 1, and page :95 - 103

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pabrik gula redjo agoeng madiun tahun 1930-1950

Author :

  1. Kurnianingsih Fatmandar*1
  2. Purnawan Basundoro*2
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya
  2. Dosen Fakultas Ilmu Budaya

Abstract :

This study discusses about development of Redjo Agoeng Sugar Factory,between 1930-1950. This study describes how the changes that occur in thoseSugar Factory, during the Dutch colonial era until the post proclamation.This study found the facts about the history of Redjo Agoeng Sugar Factoryduring those period that Sugar Factory Redjo Agoeng up and down. At thattime this sugar factory has been defined as the biggest carbonation sugarfactory in the world because this sugar factory capable produced largeamounts of sugar. At that time anyway this factory have been affected by theeconomic crisis in the period Malaise. To achieve the expected production,factory management have made efforts, such as changedin ownership,renewal of production machines, and the used of quality seeds . With theefforts of the Redjo Agoeng Sugar Factory able to produce enough sugar fordomestic consumption and for export. The existence of a sugar factoryestablished in 1894 has brough the social changed for the people of Madiun.   Kajian ini membahas tentang perkembangan Pabrik Gula Redjo Agoeng,antara tahun 1930-1950. Kajian ini menjelaskan bagaimana perubahan yangterjadi pada pabrik yang bersangkutan, selama masa Kolonial Belandahingga pasca Proklamasi. Penelitian ini menemukan fakta tentangperjalanan Pabrik Gula Redjo Agoeng selama rentan waktu tersebut bahwaPabrik Gula Redjo Agoeng mengalami pasang-surut. Pada tahun tersebutpabrik gula ini ditetapkan sebagai pabrik gula karbonasi terbesar di duniakarena mampu menghasilkan gula dalam jumlah yang cukup besar. Selain itupabrik ini terkena dampak dari krisis ekonomi pada Masa Malaise. Untukmencapai produksi yang diharapkan, manajemen pabrik melakukanberbagai upaya antara lain perubahan kepemilikan, pembaharuan mesinproduksi, dan penggunaan bibit unggul. Dengan adanya upaya-upayatersebut Pabrik Gula Redjo Agoeng mampu memproduksi gula untukmencukupi kebutuhan dalam negeri dan untuk ekspor. Keberadaan pabrikgula yang berdiri tahun 1894 ini membawa perubahan sosial bagimasyarakat Madiun.

Keyword :

Sugar Factory, RedjoAgoeng, Madiun,


References :

  1. ParakitriT. Simbolon, (2006). Menjadi Indonesia. - : Grasindo Kompas




Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 2 / Pub. : 2015-06
  1. Pabrik gula redjo agoeng madiun tahun 1930-1950
  2. Economics system majapahit kingdom
  3. Niac mitra surabaya: potret pasang surut kesebelasan sepak bola tahun 1979-1990
  4. Perjalanan menuju fusi partai: dinamika partai nahdlatul ulama 1967-1973
  5. Resimen cakrabirawa (1962-1967)
  6. Aktivitas ekonomi etnis tionghoa di tuban tahun 1945-1959
  7. Seni lukis indonesia dan karya rudi isbandi tahun 1975-1977
  8. Yayasan pendidikan anak-anak buta (ypab) surabaya tahun 1957-1982
  9. Fatayat nu dalam aspek kemasyarakatan di surabaya tahun 1959-1967
  10. Aktivitas ekonomi orang hakka di surabaya tahun 1946-1959