Catalog :




Detail Article

VERLEDEN

ISSN 2301-8127

Vol. 13 / No. 2 / Published : 2018-01

TOC : 8, and page :157 - 167

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Perkembangan restoran eropa di surabaya: grimm & co dan hellendoorn tahun 1888-1930

Author :

  1. Siti Luluk Afifah*1
  2. Pradipto Niwandhono*2
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya
  2. Dosen Fakultas Ilmu Budaya

Abstract :

Abstract Artikel ini membahas mengenai perkembangan restoran Eropa diSurabaya: Grimm & Co dan Hellendoorn Tahun 1888-1930. Grimm & Co danHellendoorn merupakan restoran Eropa yang ada di Surabaya pada akhir abadke-19 dimana restoran terebut turut menjadi salah satu sarana hiburan danberhubungan dengan gaya hidup masyarakat Eropa. Pembahasan difokuskanpada sejarah sosial dengan objek restoran dan gaya hidupnya.Sejarah mengenairestoran di Surabaya masih belum banyak di tulis dan dikaji secara mendalam,diketahui bahwa Restoran Grimm & Co dan Restoran Hellendoorn adalah salahsatu restoran Eropa yang memiliki pengaruh dalam beberapa hal.Pertamasebagai salah satu bentuk usaha kuliner sekaligus tempat hiburan ;Kedua, iamenciptakan kebiasaan baru dalam tata cara atau kebiasaan makan, disampingsebagai salah satu tempat hiburan bagimasyarakat Eropa tanpa adanya peraturanketat dan lebih santai. Ketiga sebagai salah satu wujud perkembangan industripariwisata di Surabaya. Abstrak This article describes about the development of European restaurants inSurabaya, those were Grimm& Co and Hellendoorn in 1888 – 1930. Grimm &Co and Hellendoorn were European restaurants in Surabaya existing in the latenineteenth century that became part of entertainment facility in Surabaya, andrelated to European lifestyle. The narratives focuses on explaining the socialhistory of the restaurants and its lifestyle as the object. The result of this studyshows that history about restaurants in Surabaya has not yet been written andanalyzed deeply. It is also known that Grimm and Co and HellendoornRestaurants are two of European restaurants that have influences incertainaspects. First, they were culinary business as well as entertainment areas.Second, they created new culture in culinary world as well as people's eatinghabit. Furthermore, they were public places where there was no strict rules to befollowed by visitors. Third, they weremanifestations of tourism industrydevelopment in Surabaya.

Keyword :

Grimm&Co, Hellendoorn, Restaurants, Entertainment, Restoran,


References :

  1. Marsum, (1991). Restoran Dan Segala Permasalahannya. - : Andi


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 13 / No. : 2 / Pub. : 2018-01
  1. Aktivitas sosial dan politik sobsi (sentral organisasi buruh seluruh indonesia) di surabaya tahun 1950-1966
  2. Dari gymnastiek & sportvereniging tiong hoa ke naga kuning : perkumpulan bulutangkis tionghoa surabaya tahun 1937 – 1959
  3. Pasukan amfibi di tengah gelombang orde baru: dari kkoal menjadi korps marinir, 1967 – 1975
  4. Aktivitas ekonomi di pasar pabean surabaya tahun 1918-1982
  5. Kehidupan kokki pada keluarga eropa di jawa tahun 1857-1942
  6. Pengelolaan hutan jati di blora (1897-1942)
  7. Pasar baru tuban tahun 1976-1990
  8. Perkembangan restoran eropa di surabaya: grimm & co dan hellendoorn tahun 1888-1930
  9. Pengembangan desawisata candisari kecamatan sambeng kabupaten lamongan jawa timurmelalui pembentukan branding dan promosi online
  10. Ubi kayu di karesidenan kediri pada awal abad ke-20 hingga 1940