Catalog :




Information Japanology

Ketentuan Penulisan

KETENTUAN PENULISAN GAYA SELINGKUNG

  1. Artikel harus ditulis berdasarkan penelitian studi kejepangan meliputi bidang sastra, budaya, masyarakat, linguistik atau kebahasaan, dan sejarah. Naskah dapat dikirim ke email : japanology_jurnal@yahoo.com.
  2. Judul. Judul sedapat mungkin ditulis secara singkat, padat, jelas, dan menarik. Judul ditulis dengan huruf kapital di bagian atas tengah kertas. Jika judul terdiri dari 2 baris, jarak antarbaris ditulis dengan spasi tunggal.
  3. Identitas Penulis. Nama penulis artikel tanpa gelar akademik ditempatkan di bawah judul artikel, dengan jarak 2 spasi. Di bawahnya ditulis nama lembaga asal dan alamat. Satu spasi di bawahnya ditulis alamat korespondensi (e-mail). Jika naskah ditulis oleh tim, semua anggota tim harus ditulis, tetapi editor hanya berhubungan dengan penulis utama atau penulis yang namanya diurutan pertama.
  4. Abstrak. Abstrak ditulis di bawah alamat email dengan jarak 2 spasi. Abstrak terdiri dari 150-250 kata yang ditulis dalam satu paragraf, dilanjutkan dengan kata kunci (keywords). Abstrak memuat latar belakang penulisan, tujuan penulisan, pembahasan, dan kesimpulan. Apabila merupakan hasil penelitian, harus memuat metode dan hasil penelitian. Abstrak terdiri dari bahasa Indonesia dan Inggris. Abstrak didahului dengan bahasa Indonesia dan satu spasi di bawahnya ditulis kata kunci. Setelah kata kunci, satu spasi di bawahnya ditulis abstrak dalam bahasa Inggris dan keywords. Kata kunci dalam bahasa Indonesia dan keywords dalam bahasa Inggris terdiri dari 3-5 kata.
  5. Isi artikel. Artikel ditulis dengan sistematika sebagai berikut:  berisi 1. Pendahuluan (berisi masalah penelitian, situasi ilmiah dewasa ini, dapat mengacu pustaka yang menjadi landasan penelitian); 2. Metode Penelitian, termasuk di dalamnya landasan teori; 3. Hasil dan Pembahasan (diperkuat teori atau temuan penelitian yang relevan); 4. Simpulan; Persantunan (ucapan terima kasih, bila ada); Daftar Pustaka (hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk). Daftar Pustaka berisi tentang buku-buku, sumber-sumber, rujukan-rujukan yang digunakan dalam penulisan. Jadi tidak diperkenankan menulis buku/sumber yang tidak dikutip. Daftar pustaka disusun secara alfabetis mulai dari nama yang berawal dengan huruf A. Daftar Pustaka sedapat mungkin merupakan pustaka terbitan mutakhir dan diutamakan pustaka primer (artikel penelitian dalam jurnal/majalah ilmiah atau laporan penelitian termasuk tesis dan disertasi).
  6. Teknik penulisan. Artikel diketik dengan huruf Times New Roman, font 12, spasi 1,5 dan panjang 10-15 halaman. Untuk nama penulis, lembaga asal, email dan abstrak diketik dengan huruf times new roman font 10. Artikel diketik dengan kertas HVS A4, jarak dari kiri dan atas kertas 4 cm, bawah dan kanan kertas 3 cm. Kutipan dan daftar kepustakaan ditulis dengan tatacara seperti contoh berikut, serta diurutkan secara alfabetis dan kronologis.
  7. Perujukan/pengutipan menggunakan teknik rujukan berkurung dan untuk kutipan langsung disertai penyebutan halaman, contoh:... (Okamoto, 1996:216)
  8. Catatan kaki (footnote) hanya berisi penjelasan tentang teks, dan diketik di bagian bawah dari lembar teks yang dijelaskan.
  9. Penulisan Daftar Pustaka

Buku :

Nama penulis, jika nama lebih dari satu kata, diambil entri terakhir atau nama keluarga. Tahun penerbitan ditulis setelah nama penulis, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring (italic), dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali kata hubung atau kata tugas. Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:).

Contoh :

Brown, Gillian dan George Yulie. 1996. Analisis Wacana. Edisi Pertama. Jakarta: Gramedia.

Buku ditulis oleh orang yang sama dan pada tahun yang sama :

Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan diikuti dengan lambang huruf a, b, c, dan seterusnya, urutannya secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya.

Contoh:

   Cornet, L. dan K.Weeks. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging Issues-1985.   Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.

  Cornet, L. dan K.Weeks. 1985b. Planning Career Ladders: Lesons from the States. Atlanta,  GA: Career Ladder

Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya)

Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel diapit tanda kutip (“…”) tanpa cetak miring (italic). Nama editor seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (Ed.) baik untuk satu editor maupun lebih. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring (italic), dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung.

Contoh:

Indriani, Ratna. 2000. “Pendekatan Semiotis Sastra: Suatu Studi terhadap Sebuah Cerita Pendek”. Dalam E. K. M. Masinambow dan Rahayu S. Hidayat (Ed.), Semiotik: Kumpulan Makalah Seminar. Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.

Rujukan dari Artikel dalam Jurnal

Nama penulis ditulis paling depan, diikuti dengan tahun dan judul artikel diapit tanda kutip, dan huruf kapiltal pada setiap awal kata. Nama jurnal ditulis dengan cetak miring, dan huruf awal dari setiap katanya dengan huruf kapital kecuali kata tugas. Bagian akhir berturut-turut ditulis jurnal tahun ke berapa, nomor berapa (dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut.

Contoh:

 Hanafi A. 1989. “Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengabdosian Inovasi”. Forum Penelitian, 1(1):33-47.

Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran

Nama penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan, dan tahun (jika ada). Judul artikel diapit tanda kutip, dan huruf kapital pada setiap huruf awal kata, kecuali kata tugas atau kata hubung. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir.

Contoh:

Awuy, Tommy F. 2001. “Supernova: Tantangan Baru bagi Kritik Sastra.” Kompas. 18 Maret,  hlm 12.

Rujukan dari Koran tanpa Penulis

Nama koran ditulis pada bagian awal dicetak miring. Tanggal, bulan, dan tahun ditulis setelah nama Koran, kemudian judul ditulis dengan huruf besar-kecil diapit tanda kutip dan diikuti dengan nomor halaman.

Contoh:

Kompas. 18 Maret 2005. “Rawan Pangan, Tanpa Basis Sumber Daya Lokal”, hlm. 41.

Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut

Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan yang dicetak miring, nama penerbitan, dan nama lembaga yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut.

Contoh:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2003. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Bandung: Yrama Widya.

Skripsi/Tesis/Disertasi :

Sudikan, Setyo Yuwono. 2000. “Pergelaran Wayang Krucil di Desa Janjang Kecamatan Jiken    Kabupaten Blora Era 1990-an: Kajian Hegemoni Negara di Tingkat Lokal Melalui Kesenian Rakyat”. Disertasi. Surabaya: Program Pascasarjana Universitas Airlangga.

 Makalah :

Wijaya. 2003. “Mencari Tabung Baru Kebudayaan Bali”. Makalah pada Prakongres Kebudayaan V Tahun 2003 di Denpasar Bali tanggal 28-30 April. Denpasar: Balai Penelitian Bahasa dan Budaya

Rujukan dari Internet

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut tahun, judul karya tersebut (diapit tanda kutip) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut dengan huruf miring (italic) diantara tanda kurung, dan  disertai dengan keterangan kapan diakses.

Contoh:

Abadi, C.J. 2002. “Kumis Kucing”, (Online), dalam (http://www.chang.jaya-  abadi.com.jamu-jawa 04htm/) diakses 12 Desember 2003.

10.  Tabel

Bila ada tabel, gambar atau grafik, harus diacu dalam pembahasan.Tabel, gambar atau grafik  dibuat sesederhana mungkin. Tabel terdiri dari nomor tabel, judul tabel di atas dan catatan/keterangan bila diperlukan di bagian bawah tabel, untuk menjelaskan singkatan-singkatan dalam tabel.  

2018-10-23, Source : Program Studi Studi Kejepangan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga