Komunitas
ISSN 2303-1166
Vol. 4 / No. 1 / Published : 2015-01
Order : 15, and page :1 - 10
Related with : Scholar Yahoo! Bing
Original Article :
Makna pernikahan amalgamasi dikalangan perempuan tionghoa yang belum menikah (studi pada mahasiswi fakultas kedokteran gigi universitas airlangga surabaya)
Author :
- Mariam Ulfa*1
- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract :
AbstrakPenelitian ini berawal dari ketertarikan dengan adanya realitas yang terjadi, dimana awal keterterikan untuk mengangkat topik skripsi mengenai Makna Pernikahan Amalgamasi Dikalangan Perempuan Tionghoa (Studi Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlanggan, Surabaya) adalah ketika peneliti melihat kepercayaan etnis Tionghoa yang tetap mempertahankan garis keturunan dengan menikah sesma etnis Tionghoa. Dari latar belakang tersebut, setting penelitian ini memilih mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi khususnya pada mahasiswi Tionghoa untuk menjadi informan pada penelitian ini. Secara kontekstual, mahasiswi keturunan Tionghoa berkaitan dengan persoalan mereka sebagai perempuan Tionghoa yang belum menikah dan dalam masa tahap pemilihan pasangan. Untuk menganalisa realitas ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bantuan teori interaksionalisme simbolik menurut Herbert Blumer sebagai panduan analisis dalam penelitian ini. Penelitian ini mengulas tentang makna pernikahan amalgamasi dikalangan perempuan Tionghoa yang belum menikah tepatnya pada mahasiswi Tionghoa. Paradigma yang digunakan adalah paradigma definisi sosial, karena sesuai dengan topik permasalahan dan teori yang digunakan. Dalam penelitian ini, informan menyatakan bahwa makna pernikahan amalgamasi merupakan pernikahan pasangan dengan dua budaya berbeda yang tidak ingin dilakukan. Hal ini terkait tentang sebagai keturunan Tionghoa mereka tidak ingin menikah dengan etnis lain. Keinginan untuk menikah dengan sesma etnis Tionghoa muncul ketika menyadari sebagai keturunan Tionghoa mereka juga ingin menikah dengan sesama etnis Tionghoa. Jika ditinjau dari teori Blumer, makna pernikahan amalgamasi berasal dari interaksi sosial yang berlangsung dengan seseorang yang penting yaitu keluarga, keluarga memberikan dorongan untuk memilih pasangan sesama etnis Tionghoa dan adanya pengalaman dalam keluarga yang telah melakukan pernikahan amalgamasi. Hal tersebut membuat makna yang dipahamasi disempurnakan dalam proses interaksi sosial dengan memilih kriteria pasangan sesama etnis Tionghoa.
Keyword :
Tionghoa, Pernikahan Amalgamasi, Interaksionisme Simbolik,
References :
Ham, Ong Hok,(2005) Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa 1 : Depok: Komunitas Bambu
Idrus, Muhammad,(2009) Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif Dan Kuantitatif Edisi Kedua 1 : Jakarta: Erlangga





