Komunitas
ISSN 2303-1166
Vol. 4 / No. 1 / Published : 2015-01
Order : 14, and page :1 - 10
Related with : Scholar Yahoo! Bing
Original Article :
Fenomenologi anarkisme
Author :
- Muhammad Fahmi Nur Cahya*1
- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract :
ABSTRAKMendengar kata „anarkisme‟, sepertinya sangat tidak relevan bila langsung mengkonotasikanya sebagai bentuk kekerasan dan ketidakberaturan. Karena faktanya anarkisme mempunyai esensi ideologi yang sangat mendalam. Anarkisme merupakan sebuah ide gerakan sosial yang menolak segala bentuk penindasan dan eksploitasi manusia terhadap manusia lainnya. Sejak kemunculanya pada abad-19, anarkisme kemudian menjelma menjadi sebuah gerakan perlawanan menentang negara sebagai representasi struktur hirarkis, dan kaptalisme yang dianggap sebagai sumber penindasan. Di Indonesia sendiri tidak diketahui secara pasti kapan ideologi ini mulai masuk. Namun diketahui anarkisme mulai menunjukkan eksistensinya pada era 90an yang dibarengi dengan masuknya sub-culture punk dan represifitas orde baru.Studi ini mencoba mengungkap makna-makna yang terkandung dalam anarkisme. Untuk menganalisis fenomena ini peneliti menggunakan studi fenomenologi yang dipopulerkan oleh Alfred Schuts. Fenomenologi Schuts terinspirasi dari pandangan verstehen Weber tentang makna subjektif individu. Istilah fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, phainomenon (menampakkan diri) dan logos (ilmu). Fenomenologi tidak hanya memberikan penjelasan terhadap sebuah fenomena, namun juga mengusulkan sebuah perangkat dalam memperlakukan kehidupan sosial.Setelah melakukan tahapan penelitian, maka di hasilkanlah beberapa temuan-temuan pokok bahwa anarkisme bukan seperti apa yang selama ini di salahartikan oleh masyarakat umum.
Keyword :
anarki, anarkisme, punk, fenomenologi,
References :
Ardian, Donny G,(2010) Pengantar Fenomenologi 1 : Jakarta: Koekoesan
Berkman, Alexander,(1929) Now and After: The ABC of Communism Anarchism 1 : New York: Vanguard press





