Commonline
ISSN
Vol. 4 / No. 2 / Published : 2015-01
Order : 23, and page :303 - 315
Related with : Scholar Yahoo! Bing
Original Article :
analisis wacana kritis peliputan letusan gunung sinabung dan gunung kelud di metro tv
Author :
- Amalia Nurul Muthmainnah*1
- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract :
ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari asumsi dasar bahwa korban bencana kini menjadi korban media. Hal ini dikarenakan peneliti melihat peliputan bencana, khususnya di media televisi, sarat akan berita yang dramatik dan traumatik. Penelitian ini lantas dibatasi hanya pada peliputan letusan Gunung Sinabung (sejak 14 September 2013 hingga pertengahan tahun 2014) dan letusan Gunung Kelud (13 Februari 2014) di Metro TV. Untuk membedah permasalahan ini, peneliti mengaitkannya dengan perspektif jurnalisme bencana, ekonomi-politik media, serta etika dan regulasi jurnalistik yang berkaitan dengan peliputan bencana. Lewat pisau analisis wacana kritis Norman Fairclough, peneliti menemukan bahwa sebagian besar peliputan bencana tidak memenuhi prinsip jurnalisme bencana serta melanggar etika dan regulasi jurnalistik. Hal ini disebabkan oleh pengejaran rating, kepentingan politik pemilik media jelang Pemilu 2014, dan minimnya pelatihan peliputan bencana dari instansi pers terhadap jurnalis-jurnalisnya. Meski berdalih untuk menumbuhkan rasa iba dan humanisme, media televisi –khususnya Metro TV, justru gagal menjalankan fungsi edukasinya saat bencana terjadi. Kata Kunci: jurnalisme bencana, televisi, analisis wacana kritis, ekonomi politik media, Metro TV.
Keyword :
jurnalisme becana, televisi, analisis wacana kritis, ekonomi politik media, metro tv,
References :
Devereux, E ,(2003) Understanding The Media 1 : SAGE Publication, London.
Junaedi, F ,(2013) urnalisme Penyiaran dan Reportase Televisi 1 : Kencana Prenada Media Group, Jakarta.





