Catalog :




Detail Article

Journal Of Emergency

ISSN 2301-7864

Vol. 1 / No. 1 / Published : 2011-12

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Procalcitonin diagnostic test value as an early detection of sepsis in severe burn injury

Author :

  1. Tanti Damayanti*1
  2. Iswinarno Doso Saputro*2
  1. Mahasiswa
  2. Dosen

Abstract :

Pendahuluan: Pasien dengan luka bakar berat sering menimbulkan gejala SIRS tanpa diketemukannya proses infeksi, sehingga gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium menjadi tidak spesifik atau sensitif sebagai pertanda (Marker) dari sepsis pada luka bakar. Sampai saat ini, kultur darah digunakan sebagai pemeriksaan standart baku emas untuk diagnosis sepsis, akan tetapi terdapat beberapa hambatan, seperti waktu pengerjaan yang membutuhkan beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya, yang merupakan keterbatasan dari teknik mikrobiologi saat ini. Pertanda lain dari sepsis yang saat ini dipelajari adalah pertanda biologi, seperti CRP dan procalcitonin, yang dapat memberikan hasil yang lebih cepat. Hasil yang lebih cepat untuk mendeteksi sepsis ini, diharapkan dapat meningkatkan kesigapan dalam mempersiapkan terapi, yang pada akhirnya dapat menurunkan angka kematian. Tujuan: Untuk meninjau nilai diagnostik dari procalcitonin dalam deteksi dini dari sepsis pada pasien luka bakar berat. Desain Penelitian: prospective, cross sectional, diagnostic study. Metode: Besar sampel yang digunakan adalah 25 orang, yang telah dihitung dengan mengunakan rumus perhitungan sampel untuk studi diagnostik, yang mewakili pasien dengan luka bakar berat, yang di terapi di Unit Luka Bakar RS. Dr. Soetomo Surabaya, yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sample darah dilakukan pada saat pasien menunjukan gejala yang mengarah pada sepsis, sebanyak ± 10 cc untuk pemeriksaan darah lengkap (melihat leukosit), kultur darah, CRP dan procalcitonin. Hasilnya akan dianalisa dengan tabel 2 × 2, dan Receiver Operating Characteristic (ROC) dengan output yaitu area di bawah kurva / Area Under the Curve (AUC). Hasil: Studi ini membandingkan level serum procalcitonin (PCT), C-reactive protein (CRP), dan leukosit (WBC) dari 27 pasien luka bakar, dengan dan tanpa infeksi, dengan tujuan untuk mengetahui nilai informasi dalam diagnosis sepsis. Diamati significan lebih tinggi level PCT pada grup sepsis dibandingkan dengan grup tanpa sepsis (18,9 ± 32,9 vs 0,4 ± 0,8, respectively, p < 0.005). Didapati juga perbedaan significan dari level CRP antara grup sepsis dan grup non sepsis (131,6 ± 98,7 vs 19,1 ± 42,3, respectively, p < 0.005). Tidak ada perbedaan bermakna pada level leukosit. Area di bawah kurva karakteristik operasi penerima dalam diagnosis sepsis untuk PCT lebih tinggi daripada PRK. (89,2% vs 83,2%, p <0,005) dengan sensitivitas 87,5% vs 75% dan spesifisitas 81,8% vs 72,7%.

Keyword :

luka bakar, sepsis, kultur darah, Procalcitonin (PCT), C-reactive Protein (CRP),


References :

  1. Weber J, McManus A , (2004). Infection control in burn patients. Amerika Serikat : Burns
  2. Sharma BR, Singh VP, Bangar S, Gupta N , (2005). Septicemia: The Principal Killer of Burns Patients. Amerika Serikat : American Journal of Infectious Diseases
  3. Bloemsma GC, Dokter J, Boxma H, Oen H, (2008). Mortality and causes of death in a burn centre. Amerika Serikat : Burns


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 1 / No. : 1 / Pub. : 2013-07
  1. The correlation between sepsis resuscitation bundle application in patients with sepsis with the therapy results measured by microcirculation lactate parameter serum
  2. Variasi antropometri, wajah indonesia dan sefalometri sebagai data dasar pada rekonstruksi trauma maksilofasial
  3. Procalcitonin diagnostic test value as an early detection of sepsis in severe burn injury
  4. The relation of tympanic membrane thermometry with the prevalence of metabolic acidosis in multiple trauma patients
  5. The effectiveness of electrolyzed oxidized water (eow) as an antiseptic to bacteria commonly found in burn wounds
  6. The optimum need of ringer lactat fluid for limited resusitation (permissive hypotension) in heavy bleeding shock wich causes the most minimum increase of blood lactate
  7. The in vitro changes of blood clotting factors of whole blood with viscoelastometry examination
  8. The effectiveness of ketamine dose 0.25 mg/kg body weight intravenous as a therapy of shivering during spinal anesthesia in sectio caesaria surgery