Catalog :




Detail Article

Jurnal Analisis Hubungan Internasional

ISSN 2302-8777

Vol. 4 / No. 2 / Published : 2015-07

TOC : 1, and page :1759 - 1779

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Alasan australia menandatangani australia-united states free trade agreement (ausfta)

Author :

  1. Ratih Dyah Afihandari *1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Perkembangan ekonomi pasca perang dunia II semakin pesat dengan dibentuknya lembaga internasional yang mewadahi kerjasama ekonomi multilateral seperti GATT dan WTO. Australia sebagai negara yang juga menjadikan negosiasi yang bersifat multitrack kemudian juga mulai mengikuti perkembangan ini dengan mengadakan kerjasama perdagangan bebas bilateral dengan negara seperti Singapura dan Thailand. Australia kemudian juga melakukan kerjasama bilateral dengan Amerika Serikat sebagai bagian dari agendaekonomi luar negeri walaupun perbedaan kekuatan ekonomi dan posisi tawar kedua negara cukup besar. Permasalahan dalam tulisan ini ditujukan untuk mengetahui alasan mengapa Australia setuju untuk menandatangani perjanjian kerjasama ekonomi bilateral dengan negara yang memiliki kekuatan dan pengaruh yang lebih besar seperti Amerika Serikat. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini berfokus pada kajian mengenai perdagangan bebas dan bilateralisme baru sebagai latar belakang yang menjadi alasan Australia untuk menandatangani AUSFTA.

Keyword :

AUSFTA, Free Trade Agreement, Ekonomi, Keamanan,


References :

  1. Andrew, Jane , (2003). AUSFTA : Linking War, Free Trade, and Environment. - : News Journal of the Asia Pacific Centre for Environmental Accountability


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 4 / No. : 2 / Pub. : 2015-07
  1. Alasan australia menandatangani australia-united states free trade agreement (ausfta)
  2. Analisis faktor pendorong pemerintah bolivia dibawah otoritas presiden evo morales dalam menghentikan hubungan kerjasama dengan usaid (2013)
  3. Efektivitas asean-pactc dalam menanggulangi perdagangan senjata di indonesia
  4. Resolusi konflik masyarakat adat dan korporasi: studi kasus suku kayapo dengan the body shop tahun 1998-2007
  5. Dinamika kebijakan rusia terhadap nuclear plan iran (2001-2011)
  6. Peran integrasi finansial di eurozone dalam jatuhnya irlandia di rangkaian krisis hutang pemerintah eurozone
  7. Persepsi peran nasional indonesia era susilo bambang yudhoyono 2004-2014
  8. Peran organisasi perempuan non-pemerintah association of war affected women (awaw) dalam proses rekonsiliasi di sri lanka 2009-2015
  9. Perkembangan internasional british pop culture pasca perang dunia ii
  10. Kelangsungan kepentingan nasional inggris dalam liberalisasi kepemilikan klub liga primer
  11. Strategi hamas dalam menghadapi invasi militer israel (operasi cast lead) di gaza tahun 2008-2009
  12. Perubahan sikap tiongkok terhadap asean sebagai upaya meningkatkan kerjasama perdagangan
  13. Pengaruh reklamasi pulau nipa terhadap perjanjian batas wilayah laut indonesia – singapura di bagian barat selat singapura
  14. Latar belakang pakistan menerapkan double game dalam global war on terror
  15. Perserikatan bangsa-bangsa dalam eskalasi konflik sri lanka
  16. Perubahan kebijakan luar negeri bolivia terhadap hubungan bilateralnya dengan chile pada tahun 2001 – 2006
  17. Penolakan terhadap lsm lingkungan internasional studi kasus the nature conservancy di taman nasional komodo
  18. Pengaruh rusia terhadap pembatalan serangan militer amerika serikat ke suriah pada tahun 2013
  19. Perubahan rezim kimberley process dan kepatuhan republic of congo pasca 2004 – 2007
  20. Hubungan antara keinginan inggris untuk menjadikan london sebagai pusat keuangan islam dan perubahan sikap inggris terhadap dunia islam (2001-2013)
  21. Variasi sikap alumni fulbright dalam cluster sampling di indonesia terhadap beberapa isu umum terkait kebijakan war on terror amerika serikat
  22. Tujuan penempatan pangkalan militer amerika serikat di cocos islands australia
  23. Strategi internasionalisasi indomie di nigeria