UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

Jurnal Analisis Hubungan Internasional

ISSN 2302-8777

Vol. 2 / No. 3 / Published : 2013-09

Order : 23, and page :485 - 525

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Implementasi convention on the elimination of all forms discrimination against women (cedaw) terhadap kasus kekerasan seksual di wilayah shan myanmar pada 1996-2001

Author :

  1. Ridhana Swastika Chresna*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Myanmar adalah disebabkan oleh adanya perluasan anti-insurgensy oleh rezim militer Myanmar di beberapa wilayah etnis minoritas. Hal tersebut dikarenakan adanya gerakan kelompok etnis minoritas di Myanmar yang menuntut adanya keadilan atas otoritas wilayah etnis. Gerakan etnis minoritas dimulai ketika rezim militer Myanmar tidak menjalankan Perjanjian Panglong yang telah disepakati oleh beberapa kelompok etnis di Myanmar bersama dengan Jenderal Aung San.  Pada 12 Februari 1947 Jenderal Aung San bersepakat dengan kelompok etnis Shan, Kachin, dan Chin untuk menandatangani Perjanjian Panglong. Perjanjian tersebut berisikan jaminan otonomi pada penduduk dalam wilayah etnis. Wilayah etnis Shan mendapatkan hak otonomi atas wilayahnya. Namun ketika pemerintahan Aung Shan telah tergulir dan digantikan dengan berkuasanya rezim militer Myanmar, perjanjian tersebut tidak dijalankan. Hal tersebut memicu gerakan kelompok bersenjata etnis minoritas termasuk etnis Shan. Rezim militer meresponnya dengan cara kekerasan seperti pelanggaran HAM khususnya kekerasan seksual pada wanita. Convention on the Elimination of Discrimination against Women (CEDAW) sebagai konvensi internasional yang bergerak di bidang hak asasi wanita telah mengecam tindakan militer atas kekerasan seksual pada wanita. Pada 22 Juli 1997 Myanmar telah meratifikasi CEDAW sehingga negara berkewajiban untuk menjalankan amanat CEDAW mengenai hak asasi wanita untuk diimplementasikan kedalam negaranya. Namun meskipun demikian, rezim militer Myanmar masih terus melanjutkan aksi anti-insurgency dengan cara-cara kekerasan. Hal tersebut merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan dunia. Special Rapporteur sebagai salah satu badan individu dan kelompok didalam PBB telah melakukan investigasi terhadap situasi HAM di Myanmar. Dewan Keamanan PBB pun mengecam tindakan rezim militer Myanmar untuk ditindak lanjuti. Banyak negara yang telah meratifikasi dan mempercayai bahwa CEDAW dapat menjadi wadah untuk mempertahankan hak asasi wanita. Namun masih belum dapat diketahui apakah CEDAW dapat menindaklanjuti permasalahan kekerasan seksual yang terjadi di wilayah etnis minoritas khususnya wilayah Shan.

Keyword :

Wilayah Shan, , Special Rapporteur , PBB, , CEDAW, anti-insurgency,


References :

Kindleberger, Charles, ,(1973) The World in Depression, 1929-1939 University Press : Berkeley:

Archer, Clive, ,(1992) International Organizations, Second Edition”, 135-159 (London: : Routledge

Hasenclever & Rittberger, ,(1979) ”Volker: Theories of International Regimes”, - : Cambridge University Press

Singarimbun, Irawati, ,(1995) Pemanfaatan Perpustakaan, Metode Penelitian Survei, Jakarta: : LP3ES

Jackson dan Sorensen,,(0000) ”Introduction to International Relations Theory: International Theories”, - : Oxford University Press





Archive Article

Cover Media Content

Volume : 2 / No. : 3 / Pub. : 2013-09
  1. Pengaruh Ikhwanul Muslimin Terhadap Politik Luar Negeri Mesir Dalam Konflik Israel-palestina
  2. Analisis Atribut Budaya Nasional Dalam Promosi Online Toshiba Corporation
  3. Politik Energi Rusia Dan Dampaknya Terhadap Eropa Terkait Sengketa Gas Rusia-ukraina 2006-2009
  4. European Union’s Protection Policy Towards United States Beef Imports Analysis
  5. Faktor Penyebab Konflik Pasca Partisi Sudan-sudan Selatan Tahun 2011-2012
  6. Bilateral Free Trade: Hubungan Perdagangan Indonesia-china Dalam Kerangka Acfta
  7. Pengaruh Trips Dalam Bisnis Benih Transgenik Mnc Terhadap Isu Ketahanan Pangan Studi Kasus: Monsanto Di Lahan Pertanian Indonesia
  8. Konstruksi Identitas Dan Politik Luar Negeri Indonesia Dalam Kasus Sengketa Ambalat Tahun 2005
  9. Normalisasi Hubungan Bilateral Georgia-rusia Pascakonflik Tahun 2008
  10. Keterlibatan Rusia Dalam Upaya Resolusi Konflik Nagorno-karabakh Antara Armenia Dan Azerbaijan 2008- 2012
  11. Implementasi Heart Of Borneo Oleh Indonesia Dan Malaysia Dalam Mengatasi Illegal Logging Di Hutan Perbatasan Kalimantan Timur
  12. Koneksi Al-qaeda Dan Aqim Di Mali Utara: Ideologi, Jaringan, Dan Aktivisme
  13. Strategi Jepang Dan Korea Selatan Dalam Menyelesaiakan Sengketa Teritorial Pulau Takeshima / Dokdo
  14. Etnisitas Dan Politik Luar Negeri: Respon Turki Terhadap Penindasan Etnis Uyghur Di Xinjiang
  15. Kebijakan Pemerintah Australia Terkait Permasalahan Irregular Maritime Arrivals Periode Kepemimpinan Perdana Menteri Julia Gillard Tahun 2010-2012
  16. Dua Belas Tahun Aksesi Keanggotaan Arab Saudi Dalam World Trade Organization (wto) : Pengaruh Politik Dalam Negeri
  17. Proteksionisme Amerika Serikat Pasca Krisis Finansial 2008
  18. Pengaruh Krisis Pangan Global 2008 Terhadap Ketahanan Pangan Negara Haiti
  19. Pengaruh Kebijakan Sertifikasi Ecolabel Uni Eropa Terhadap Tingkat Penjualan Produk Komputer Perusahaan Asustek Computer Inc. Di Kawasan Uni Eropa Tahun 2008-2012
  20. Pengaruh Cina Terhadap Taiwan Terkait Penerimaan Prinsip Satu Cina Oleh Taiwan Tahun 2008
  21. Pengaruh Asean Economic Community Terhadap Strategi Akuisisi Yang Dilakukan Maybank Ke Bii
  22. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Cina Dalam Membuat Regulasi Human Organ Transplantation Tahun 2002-2007
  23. Implementasi Convention On The Elimination Of All Forms Discrimination Against Women (cedaw) Terhadap Kasus Kekerasan Seksual Di Wilayah Shan Myanmar Pada 1996-2001
  24. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Non-intervensi Pada Organization Of African Unity (oau)
  25. Pengaruh Students For A Democratic Society Dan Vietnam Veterans Against War (1964-1973) Terhadap Perubahan Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Dalam Mengakhiri Perang Vietnam
  26. Faktor Kultural Dan Ekonomi Sebagai Penyebab Peningkatan Kasus Perdagangan Manusia Di Thailand Periose 2006-2011
  27. Permintaan Kenaikan Upah Minimum Buruh Bangladesh Oleh H&m: Analisis Hubungan Negara Dan Perusahaan