Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory
ISSN 0854-4263
Vol. 21 / No. 1 / Published : 2014-01
Order : 4, and page :16 - 19
Related with : Scholar Yahoo! Bing
Original Article :
Potassium in multidrug resistance tuberculosis with kanamycin
Author :
- J.B. Suparyatmo1,*1
- B. Rina AS1*2
- Harsini*3
- Sukma*4
- SMF PPDS Patologi Klinik dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UNS/RSUD Dr. Moewardi
- SMF PPDS Patologi Klinik dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UNS/RSUD Dr. Moewardi
- SMF Pulmonologi Fakultas Kedokteran UNS/RSUD Dr. Moewardi
- SMF PPDS Patologi Klinik dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UNS/RSUD Dr. Moewardi
Abstract :
Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) with bacillary resistance to at least isoniazid and rifampicin in vitro is a worldwide phenomenon. For MDR-TB second-line antibiotic agents that are more potent and more toxic must be used. . One of them is kanamycin given intravenously every day for six (6) months therapy. Kanamycin is nephrotoxic and can lead to hypokalemia. This study is carried out to know the comparison between the potasium level before and after kanamycin therapy (2, 4 and 6 months after therapy). This study is a cohort retrospective design, comprising 34 patients who had a potassium baseline before therapy in Moewardi Hospital, Surakarta from January 2011–August 2012. The characteristic data included: age, sex, weight and comorbidity. The potassium level after 2, 4 and 6 months post therapy was compared with the potassium data baseline using One Way ANOVA test with p< 0.05, CI 95%. The difference between the potassium level after 6 months therapy and potassium baseline was significant, p < 0.05. However, the difference of the kalium level after 2 and 4 months after therapy was not significant, p > 0.05. Hypokalemia occurred in 6 patients after 2 months therapy, 8 patients after 4 months therapy and 3 patients after 6 months therapy. There was a significant difference between the potassium level after 6 months therapy and potassium baseline. Further study should be continued to know the existence of hypokalemia among MDR-TB patients Tuberculosis Multidrug Resistance (MDR-TB) merupakan tuberkulosis yang resisten terhadap isoniazid dan rifampisin secara in vitro yang menjadi fenomena di seluruh dunia. MDR-TB harus menggunakan pengobatan antibiotik lini kedua yang lebih kuat dan lebih toksik. Salah satunya adalah kanamisin yang diberikan intravena setiap hari selama enam (6) bulan pengobatan. Kanamisin bersifat nefrotoksik dan dapat menyebabkan hipokalemia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar kalium sebelum dan sesudah pengobatan kanamisin (2, 4 dan 6 bulan setelah pengobatan). Desain penelitian ini adalah kohor retrospektif, yaitu 34 pasien yang memiliki data kadar kalium sebelum pengobatan di rumah sakit Moewardi, Surakarta masa waktu Januari 2011-Agustus 2012. Data ciri meliputi umur, jenis kelamin, berat badan dan komorbiditas. Kadar kalium dalam 2, 4 dan 6 bulan setelah pengobatan dibandingkan dengan kadar kalium sebelum pengobatan kanamisin dengan uji one way anova, p <0,05, CI 95%. Ada perbedaan kadar kalium setelah pengobatan 6 bulan dibandingkan sebelum pengobatan, p <0,05. Sebaliknya, tidak ada perbedaan kadar kalium pada 2 dan 4 bulan setelah pengobatan dibandingkan sebelum pengobatan. Hipokalemia terjadi pada 6 pasien setelah 2 bulan, 8 pasien setelah pengobatan 4 bulan dan 3 pasien setelah pengobatan 6 bulan. Kajian lebih lanjut sebaiknya dilakukan untuk mengetahui terjadinya hipokalemia di pasien MDR-TB.
Keyword :
MDR-TB, kanamycin, hypokalemia,
References :
Burhan E, Uyainah A, Nawas A, Dhuny S, et al,(2013) Pedoman Nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis Hal 9-35 : Kementrian Kesehatan RI
Varma T., Saini A., Panchani R., Gupta N.R.,,(2013) Two unusual cases of severe recalcitrant hypocalcemia due to aminoglycoside-induced hypomagnesemia No. 17 Hal 206-8 : IJEM





